Kehadiran Wisatawan Terpengaruh Fluktuasi Nilai Rupiah

Ada photo kup-BERLIBUR - Wisatawan akan merasakan berlibur ke Bali  lebih murah ketika dollar menguat.

Denpasar (bisnisbali.com)- Nilai mata uang rupiah mengalami beberapa kali pelemahan. Sebelumnya di kisaran Rp13.000 per dollar AS dan  sampai menyentuh Rp14.000  per dollar AS. Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa, Rabu (25/9) mengatakan fluktuasi nilai rupiah akan berdampak pada kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan domestik (wisdom) yang akan berlibur ke Bali.

Penguatan dan pelemahan nilai rupiah memiliki dampak positif dan negatif. Ketika nilai rupiah melemah dan nilai dollar menguat wisman diharapkan semakin meramaikan Bali. Sebaliknya ketika rupiah menguat,  Bali masih ditopang kedatangan wisdom. Wisatawan domestik dari kalangan menengah ke atas bisa mengisi hotel berbintang di Bali.

Walaupun terjadi fluktuasi nilai rupiah pariwisata Bali tidak boleh dijual murah. Pemprov. Bali sedang membuat standarisasi layanan usaha pariwisata terutama akomodasi. Kurs rupiah menguat atau melemah dari nilai dollar AS pariwisata Bali layanan pariwisata Bali diharapkan tetap mengedepankan kearifan lokal. Secara teknis pemerintah memang belum pernah menghitung dampak fluktuasi rupiah dampaknya terhadap hunian hotel.

Putu Astawa melihat dampak isu bencana alam dan masalah gangguan penerbangan menjadi penyebab turunnya kunjungan wisman ke Bali. Saat melemah rupiah September 2019, hunian hotel rata-rata di Bali berkisar 60 persen.

Sebelumnya, Dewan Pembina Apindo, Panudiana Kuhn mengatakan  ketika rupiah melemah wisatawan mancanegara (Wisman) akan semakin tertarik berwisata ke Bali karena semua produk dan paket wisata menjadi lebih murah. Fluktuasi nilai rupiah dan nilai dollar AS akan berimbas pada sektor pariwisata khususnya di Bali. Wisman yang menggunakan mata uang dollar akan diuntungkan dengan pelemahan nilai rupiah.

Ia menjelaskan paket wisata, tiket masuk objek wisata termasuk harga kuliner di Bali secara umum masih dijual dengan nilai rupiah. Ketika nilai rupiah melemah maka ada selisih lebih tinggi antara nilai dollar dengan nilai rupiah. .Nilai dollar yang lebih tinggi wisman memiiliki  kemampuan berbelanja yang lebih tinggi. Mereka bisa berbelanja lebih banyak ketika berlibur ke Bali.

Ketika rupiah melemah animo wisman untuk berlibur ke Bali semakin meningkat. Nilai selisih lebih dollar dengan rupiah, akan dimanfaatkan untuk membeli tambahan produk wisata atau oleh-oleh dari Bali.

Walaupun kondisi rupiah melemah sektor pariwisata diyakinkan tetap tumbuh. Wisman akan menganggap berlibur di Bali menjadi lebih murah. “Pelemahan nilai rupiah justru bagus untuk pariwisata Bali,” tegasnya.

Panudiana Kuhn menambahkan produk wisata termasuk semua harga tarif kamar hotel sudah menggunakan rupiah. Ketika rupiah melemah dan dollar menguat, Wisman akan merasakan berlibur di Bali lebih murah.*kup