Operasi Katarak bukan Sesuatu yang Menakutkan

Denpasar (bisnisbali.com) –Masyarakat diharapkan menghilangkan persepsi jika operasi katarak adalah sesuatu yang menakutkan. Salah satu cara untuk sembuh dari katarak hanya dengan operasi.

“Salah satu penyebab kebutaan adalah katarak. Karena itu, bagi yang menderita katarak, operasi merupakan cara untuk mengurangi kebutaan,” kata Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat di Denpasar, Selasa (24/9).

Ia mengatakan perusahaan jamu ini pertama kali melakukan operasi katarak pada 2011. Saat itu ada 2,4 juta orang buta di Indonesia karena katarak sehingga tergerak untuk turut membantu. Sampai 2019 ini sudah 52 ribu pasien yang dibantu.

Selain itu, perusahaan jamu ini juga menyalurkan dana CSRnya untuk membantu operasi bibir sumbing serta rumah singgah untuk penderita kanker. “Kami lakukan ini supaya bisa berbagi dan berpromosi. Dana CSR kami ada Rp 20 miliar semoga termanfaatkan dengan baik. Masih banyak yang membutuhkan pertolongan dan semoga bisa ditiru perusahaan lain,” ungkap Irwan.

Menurutnya kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam rangka mengurangi jumlah penderita katarak di Indonesia.

Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Seluruh Indonesia (Perdami) Bali dr. I Wayan Gede Jayanegara, Sp.M(K) mengatakan ini bagian dari pengabdian ke masyarakat serta beruapa menuntaskan angka kebutaan akibat katarak.

“Ada lebih dari 8 RSUD  yang bekerja sama untuk melaksanakan operasi,” terangnya.

Asisten SDM Polri Irjen Pol. Dr. Eko Indro Heri, M.M. saat membuka baksos mengatakan kerja sama dengan Sido Muncul merupakan kali kedua. Ini berkaitan pula dengan kegiatan rapat koordinasi dan pembinaan SDM di Bali. “Jadi sekalian kami mengadakan baksos operasi katarak. Kami ingin berbagi dengan masyarakat sekitar,” paparnya.

Ia juga mengingatkan untuk melakukan sesuatu yang diingat, lakukanlah hal yang ekstrem. Perushaan jamu Sido Muncul sudah membuktikannya dengan banyak mendukung kegiatan sosial.

Kabid Dokkes Polda Bali dr. Nyoman Edi Purnama yang juga ketua panitia Baksos menambahkan sebanyak 639 orang terdaftar dalam penjaringan pasien yang berlangsung sejak awal September 2019. seluruh calon pasien telah melewati proses screening dan terhitung 152 pasien layak dioperasi. tak hanya di Rumkit Bhayangkara, pelaksanaan operasi juga serentak dilakukan di delapan rumah sakit, yakni RS Mata Bali Mandara, RSUD mangusada, RSUD Tabanan, RSUD Sanjiwani Gianyar, RSUD Buleleng, RSUD Klungkung, RSUD Karangasem. penanganan operasi katarak melibatkan puluhan dokter mata dari Perdami Cabang Bali.

Wakapolda Bali Brigjen Pol. Wayan Sunarta mewakili Kapolda Bali menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan baksos ini. Pasien katarak didata oleh Bhabinkamtimbas yang ada di seluruh Bali. Pasien kemudian dicek dan diperiksa untuk memastikan mereka bisa dioperasi.  “Semoga baksos ini bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.*dik