’’Gayor Bali’’ Alternatif Dekorasi yang Efisien

Ketua Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Mahasaraswati Denpasar, Dr. Putu Fajar Kartika Lestari, SP., M.Agb., bersama mitra Ry Art Dekorasi

Singaraja (bisnisbali.com) – “Gayor Bali” merupakan hasil kerajinan industri rumah tangga, yang merupakan barang seni untuk hiasan yang terletak di pintu masuk. Di Desa Panji, Banjar Dinas Kelod Kauh, Kabupaten Buleleng terdapat industri rumah tangga  yang memproduksi “Gayor”, namun banyak kendala yang masih dihadapi dalam pengembangan industri rumah tangga tersebut.

Melihat persoalan yang dihadapi industri rumah tangga di Desa Panji, Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) untuk memecahkan persoalan yang dihadapi. Dengan demikian industri rumah tangga yang ada di Desa Panji bisa berkembang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Mahasaraswati Denpasar, Dr. Putu Fajar Kartika Lestari, SP., M.Agb., memaparkan “gayor” sebagai pelengkap sarana pernikahan/pawiwahan maupun karya adat lainnya di Bali, diletakkan di angkul-angkul/gerbang masuk rumah yang berfungsi untuk mempercantik dekorasi lokasi acara.

“Gayor Bali berubah seiring berkembangnya zaman. Zaman dahulu gayor terbuat dari janur/busung dan dihiasi oleh bunga-bunga gumitir atau bunga lainnya, tetapi lambat laun untuk membuat gayor bahannya menggunakan gabus, sehingga tampilan angkul-angkul menjadi lebih elegan,” tutur Putu Kartika, disela-sela kegiatan PKM, di Desa Panji.

Seni Gayor di Bali memiliki beberapa bentuk, ukuran, warna, fungsi dan istilah yang beragam. Bentuk dalam budaya Bali harus dilihat secara keseluruhan atau sebagai satu kesatuan utuh. Kesatuan utuh yang dimaksudkan disini adalah terbentuk lewat teknik pembuatan, material yang digunakan, proporsi ukuran maupun komposisi yang tersusun.

“Permasalahan utama yang dihadapi mitra kami Ry Art Dekorasi yaitu dari aspek produksi dan aspek manajemen.  Mereka belum pernah mengetahui secara pasti apakah  usahanya  menguntungkan  atau  tidak. Kami laksanakan PKM ini dengan tujuan  untuk meningkatkan pemahanan dan keterampilan mitra dalam teknik pembukuan dan manajemen usaha dan teknik pemasaran,” terangnya sembari mengatakan sumber dana DRPM Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Karena dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan sebelumnya  ternyata mereka sangat memerlukan bantuan dampingan di bidang manajemen usaha Industri Rumah Tangga.

Bantuan yang diberikan oleh Tim PKM Unmas dari aspek produksi yakni bantuan bahan baku produksi seperti Styrofoam, kayu dan triplek, bantuan peralatan/perkakas yakni kompresor, pemotong gabus elektrik, mesin gergaji, mesin serut.

“Kami juga memberikan bantuan dari aspek manajemen, yaitu  dengan memberikan pelatihan mengenai manajemen keuangan. Omset mitra setelah mendapatkan pendampingan mengalami kenaikan secara signifikan,” ungkapnya memungkasi. *pur