LPD Diharapkan bisa Bangun ”Start-Up” di Pedesaan

MELIHAT perkembangan teknologi informasi saat ini, memberi banyak kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki ataupun mengembangkan usaha. Terlebih bagi generasi muda, yang diharapkan LPD sebagai lembaga yang dekat dengan masyarakat turut serta dalam pengembangan usaha di perdesaan.

Ketua Badan Kerjasama (BKS) LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si., saat ditemui di Denpasar, belum lama ini mengatakan, LPD yang saat ini telah mulai beralih ke teknologi digital juga harus mampu mendorong tumbuhnya start-up di perdesaan. “Terutama dari sisi permodalan, LPD harus bisa mendukung permodalan terhadap usaha yang dikembangkan oleh generasi muda,” ungkapnya.

Selain permodalan, peran LPD juga sebagai pendamping agar usaha yang dilakoni masyarakat bisa terus berjalan yang secara tidak langsung kredit yang disalurkan LPD juga lancar. “LPD memiliki peran dalam membangun ekonomi kerakyatan, terutama di pedesaan. LPD menjadi lembaga yang dekat dengan masyarakat, pengembangan ekonomi baru terutama ekonomi kreatif dari generasi muda menjadi salah satu hal yang harus didorong LPD untuk merujudkan ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Saat ini, beberapa LPD telah melakukan hal tersebut. Telah banyak usaha rumahan di wilayah desa adat yang dibangun masyarakat. Beberapa LPD pun dikatakannya telah memiliki program permodalan untuk mendukung usaha tersebut, khususnya program kredit yang memberikan suku bunga murah untuk kredit produktif.

Salah satunya, LPD Desa Adat Bedha, Tabanan yang memiliki program pelatihan bagi pelaku usaha. Kepala LPD Desa Adat Bedha I Made Sunartha mengatakan, masyarakat mengikuti seleksi untuk mendapatkan pelatihan kewirausahaan dan siap didampingi untuk mengembangkan usaha. “Di samping itu, masyarakat yang mengikuti pelatihan juga mendapatkan sertifikat. Sertifikat tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan kredit dengan suku bunga ringan,” ungkapnya. *wid