Mangupura (bisnisbali.com) –Dalam mengelola sampah di Kabupaten Badung, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung melakukan berbagai inovasi. Di antaranya Gerakan Berkelanjutan Anti Sampah Plastik (GELATIK), Gojek sampah plastik (GOTIK) dan Badung Anti Sampah Plastik (BATIK). Demikian disampaikan oleh Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kabupaten Badung Drs. I Putu Eka Merthawan saat menerima kunjungan Persatuan Wartawan Lombok Tengah (Loteng) bersama Paguyuban Duta Lingkungan Loteng, Jumat (20/9) di Puspem Badung. Pada kesempatan tersebut Kadis LHK didampingi Sekretaris Dinas Putu Ngurah Thomas Yuniarta, para kabid dan perwakilan Bagian Humas Setda Badung.
Selanjutnya Eka Merthawan menjelaskan secara gamblang terkait inovasi yang dilakukan merupakan sebagai upaya dalam mengelola dan mengurangi sampah khususnya sampah plastik di Kabupaten Badung. Hal ini sesuai dengan Program Bupati Badung, yang salah satunya pro enveronment yaitu kebijakan pembangunan yang mendukung kebersihan dan pelestarian lingkungan, bahkan inovasi-inovasi yang dilaksanakan tersebut telah berhasil memperoleh penghargaan seperti GELATIK yang mendapatkan penghargaan TOP 25 INOVATION dan GOTIK mendapat TOP 9 Inovation dan mewakili Indonesia dalam ajang PBB Award dan menjadi TOP 100 Dunia.
Dikatakan, untuk 2019 ini dilakukan Gerakan Serentak (Gertak) Badung Bersih, dengan beberapa indikator yang muaranya nanti adalah Badung Bersih dan Hijau serta Badung Mandiri Pengelolaan Sampah Tahun 2021. “Bupati tahun 2020 nanti, akan memberikan penghargaan kepada desa dan kelurahan bersih dan hijau. Untuk juara akan diberikan bonus dalam bentuk program dan tunai kepada desa dan dikelola oleh desa dengan total Rp 120 M, yang rinciannya juara I Rp50 miliar, juara II Rp 40 miliar dan juara III Rp30 miliar,” tegasnya.
Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Loteng, HL Herdan menyampaikan bahwa kunjungannya ke Kabupaten Badung selain silaturahmi juga untuk menggali informasi terkait keberhasilan DLHK Badung dalam pengelolaan sampah dan limbah serta pelestarian lingkungan untuk bisa dikembangkan di Kabupaten Lombok Tengah. *sar