”Decopage” Dongrak Pasar Kerajinan Anyaman

DECOPAGE - Produk decopage yang kini tren di pasaran.

Denpasar (bisnisbali.com) – Seni decopage yang dituangkan dalam beberapa produk anyaman masih menjadi tren saat ini. Seni menghias benda dengan menempelkan potongan gambar pada benda, mampu mendongkrak pasar kerajinan anyaman di Bali baik untuk pasar lokal ataupun ekspor.

Salah seorang pemilik usaha produk decopage,  dr. Komang Ayu Kristiana Dewi Komala, saat ditemui di wilayah Ubung, Denpasar, Kamis (19/9) mengatakan, berbagai jenis produk decopage saat ini masih tren di pasaran. Seperti keben, tas, topi dan berbagai produk anyaman lainnya. Pemilik perusahaan Decocraf Bali ini mengatakan, untuk pasar lokal sendiri produk decopage yang menjadi tren pasar saat ini masih pada keben dan tas.

Sementara untuk pasar nasional dan ekspor, beberapa produk decopage yang banyak permintaan seperti tas, topi serta tas tangan.  “Kalau untuk keben, beberapa daerah di luar Bali seperti Jakarta, Tangerang dan beberapa daerah lainnya cukup ada permintaan. Tapi untuk produk anyaman lainnya, sudah ke seluruh Indonesia,  termasuk beberapa negara luar,” ujarnya.

Untuk pasar ekspor sendiri, dikatakannya belum menjual dalam jumlah besar (grosir). Saat ini dia hanya memanfaatkan permintaan dari konsumen langsung yang melihat produknya di media sosial ataupun pada alamat website. Diakuinya pemasaran produknya memang lebih kepada media online. “Kalau ke luar negeri biasanya pengiriman hanya 20-30 pcs. Kami belum bisa dalam jumlah yang banyak,” ujarnya.

Di Bali sendiri, produk decopage ini cukup diminati, terutama untuk peralatan sembahyang. Wanita yang juga berprofesi sebagai seorang dokter umum ini mengatakan, untuk penjualan lokal biasanya produk diambil langsung ke tempat produksi oleh pedagang ataupun resseler.

Produk anyaman, diakuinya didapatkan dari beberapa perajin di daerah Buleleng dan Gianyar. Beberapa jenis produk juga dianyamnya sendiri yang dibantu 8 tenaga kerja.  Tidak hanya anyaman berbahan dasar bambu, pihaknya juga memasok kerajinan anyaman yang berbahan lontar,  mendong dan pandan. Selain penambahan decopage, produk anyaman yang dijualnya juga ada ditambahkan pompom atau mote. *wid