PKK Didorong Berkoperasi

 

Denpasar (bisnisbali.com) – Kabid Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Ketut Meniarta, S.STP., M.Si., saat menjadi narasumber pada Sosialisasi Kegiatan Pokja I, II, III dan IV Tim Penggerak PKK Provinsi Bali di Kabupaten/Kota se-Bali mengajak Tim Penggerak PKK kabupaten/kota se-Bali untuk memahami prinsip-prinsip dasar perkoperasian secara utuh dan benar, karena koperasi akan dapat berkembang dengan baik apabila mampu menerapkan prinsip-prinsip dasar perkoperasian secara utuh dan benar.

Purna Praja Sekolah Tinggi Pemerintah Dalam Negeri (STPDN) ini memberikan contoh Koperasi Amoghasiddhi yang ia bentuk bersama teman-teman alumni STPDN angkatan 09. “Sejak awal pembentukan secara konsisten menerapkan prinsip-prinsip dasar perkoperasian dan terbukti dapat berkembang dengan baik. Sebagai koperasi simpan pinjam, Koperasi Amoghasiddhi konsisten hanya melayani anggota saja sesuai dengan ketentuan perkoperasian, sehingga untuk memperluas pelayanannya dilakukan dengan selalu menambah jumlah anggota yang artinya juga menambah jumah masyarakat yang mampu dilayani,” kata Meniarta.

Koperasi Amoghasiddhi yang dibentuk pada tanggal 5 Juni 2005 dengan pendiri sebanyak 31 orang dengan aset awal Rp40,3 juta, saat ini telah berkembang dengan jumlah anggota lebih dari 2.300 orang lebih yang berasal dari berbagai profesi dan aset mencapai Rp24 miliar lebih.

Selain itu Koperasi Amoghasiddhi juga selalu berpegang pada prinsip dasar koperasi benefit oriented untuk anggota serta pemberdayaan anggota.

Ia mencontohkan, dalam hal pemberdayaan anggota, pembangunan Gedung Koperasi Amoghasiddhi dilakukan oleh anggota yang mempunyai keahlian di bidang bangunan. Selain itu, dalam kelistrikan Koperasi Amoghasiddhi menggunakan energi terbarukan berupa solar panel  yang dikembangkan oleh anggota pegiat energi terbarukan. Bahkan, Koperasi Amoghasiddhi membuat kredit energi untuk para anggotanya, sehingga sampai saat ini Koperasi Amoghasiddhi menjadi satu-satunya koperasi di Indonesia yang menggunakan sumber listrik energi terbarukan.

Atas konsistensi tersebut, maka Koperasi Amoghasiddhi pada tahun 2017 mendapatkan penghargaan dari Menteri Koperasi dan UKM RI sebagai koperasi berprestasi tingkat nasional, karena dianggap bisa menjadi model pengembangan koperasi di Indonesia.

Sejatinya apabila koperasi menerapkan prinsip-prinsip koperasi dengan benar juga  terbukti mampu tahan terhadap guncangan yang diakibatkan oleh  pelambatan ekonomi global dan terpuruknya sektor properti.

Lebih lanjut ya menyampaikan kepada Pokja II Tim Penggerak PKK kabupaten/kota se-Bali, berkoperasi itu sangat sejalan dengan 10 Program Pokok PKK di mana salah satunya PKK harus mengembangkan kehidupan koperasi. Oleh karena itu, ia mendorong koperasi diwujudkan secara nyata. Apalagi di dalam kegiatan PKK pada Pokja II terdapat Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) yang sesungguhnya prinsip-prinsipnya sama dengan koperasi.

Lebih lanjut pihaknya mendorong agar UP2K ini ke depannya dapat menjadi koperasi, karena dengan menjadi koperasi maka akan lebih memberikan kepastian hukum dan manfaat yang lebih luas kepada para anggotanya.

Dalam membangun koperasi harus oleh nilai-nilai seperti keswadayaan,  tanggung jawab, demokrasi, keadilan, kesamaan hak serta nilai etika seperti kejujuran dan keterbukaan. Setiap komponen di dalam koperasi seperti pengurus, pengawas, pengelola dan anggota harus berkomitmen berperan aktif dan  memberikan yang terbaik kepada koperasi. Keaktifan anggota akan memberikan motivasi kepada pengurus dan pengelola di dalam menjalankan usaha koperasi.

Namun demikian, ia menambahkan bahwa di dalam membangun awal sebuah koperasi memang dibutuhkan kesabaran dan semangat ngayah. “Karena logikanya memang tidak mungkin koperasi itu dibentuk langsung besar. Setelah beberapa tahun berjalan barulah nanti koperasi akan mampu memberikan penghasilan yang besar bagi para pengelolanya,” katanya.

Ia menambahkan, berkoperasi itu dapat dilakukan oleh siapa saja dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi. Dalam kesempatan tersebut ia berharap setelah Tim Penggerak PKK memiliki pemahaman yang utuh tentang koperasi tidak lagi terjebak pada koperasi yang pragmatis, sehingga harapannya dengan berkembangnya koperasi yang memegang teguh pada  jati diri koperasi, maka koperasi dapat benar-benar menjadi menjadi soko guru perekonomian Indonesia. *ita