RSUD Buleleng Siap Jadi Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi

Kegiatan lomba Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (GRSSI-B) Tahun 2019 yang diikuti seluruh Kabupaten/Kota se-Bali, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng menerima kedatangan Tim Penilai Lomba yang dipimpin langsung oleh Putu Kamelia.

Singaraja (bisnisbali.com) – RSUD Kabupaten Buleleng terus melakukan pemantapan baik terhadap kualitas pelayanan, sumber daya manusia (SDM), hingga sarana dan prasarana penunjang layanan maternal.

Bahkan RSUD Buleleng siap menjadi salah satu rumah sakit sayang ibu dan bayi. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG dalam pembukaan penilaian lomba GRRSSI-B yang bertempat di Aula RSUD Buleleng belum lama ini.

Sutjidra mengingatkan kembali dengan adanya lomba ini seluruh dokter dan bidan untuk bersama-sama membangun hubungan kerja sama dan meningkatkan mutu pelayanan sebagai  upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

“Saya minta kepada seluruh dokter dan khususnya bidan sebagai garda terdepan dalam pelayanan maternal untuk peka terhadap pasien, jika keadaan sudah berisiko jangan diambil dan segera rujuk pasien, guna mendapat pelayanan lebih intensif,” tuturnya.

Wabup yang juga berlatar belakang sebagai dokter kandungan ini,  mengapresiasi pelayanan para tim kesehatan atas keberhasilannya mampu menekan angka kematian ibu dan bayi dalam persalinan di Buleleng.

 “Momentum lomba gerakan GRSSI-B ini akan mendorong para tenaga kesehatan dan seluruh stakeholder untuk memberikan pelayanan yang terbaik khususnya kepada ibu dan anak,” tambah Sutjidra.

Sementara Direktur RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana, M.Kes. mengatakan tidak ada dan adanya lomba, RSUD Buleleng tetap berkomitmen dalam peningkatan akses dan mutu pelayanan.

Di RSUD Buleleng memiliki pelayanan khusus kepada ibu hamil dan bayi, seperti halnya memberi edukasi kehamilan melalui siaran radio tentang fungsi asi dan program kehamilan yang benar, ada pula senam hamil dan penanganan intensif kepada bayi yang lahir prematur.

“Selain program kepada ibu dan anak, RSUD Buleleng terus meningkatkan sarana dan prasarana serta memberikan pelatihan dan pemantapan  guna meningkatkan kompetensi SDM,” ungkap Gede.

Di sisi lain, ketua rombongan tim penilai yang dipimpin langsung oleh Putu Kamelia mempertegas item atau hal-hal yang dinilai dalam lomba ini, dan salah satunya adalah kematian Ibu dan anak menjadi point penting.

“Mengingat hal ini menjadi prioritas nasional dan sangat perlu diantisipasi. Seperti halnya  dengan memperhatikan  kesehatan  Ibu dan kesehatan anak, mulai dari sini lah nantinya sangat berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan anak,” tutup Kamelia.*ira