Kamben Batik Adopsi Motif Bali

Denpasar (bisnisbali.com) -Kamben batik sudah cukup lama menyerbu pasar di Bali. Produk dengan harga terjangkau, membuat kamben batik makin diminati konsumen. Apalagi belakangan, motif kamben batik banyak yang mengadopsi motif kain Bali.

Banyaknya motif kamben batik yang mengadopsi motif kain Bali diakui Putu Dona, Pemilik Butik di Jl. Griya Anyar No. 30 Banjar Kajeng, Pemogan, Denpasar Selatan. “Banyak motif batik sekarang seperti kotak-kotak yang identik dengan kamben poleng. Selain itu motif bunga juga tidak seperti motif batik yang sangat kental dengan batik Jawa,” tutur Dona belum lama ini.

Dari segi motif, batik makin beragam dan setiap saat selalu ada motif baru yang menjadi tren. “Ini sangat menarik bagi konsumen. Karena dari segi motif, tiap keluaran terbaru pasti lebih menarik dan seluruh ada keunikannya,” ungkapnya.

Apalagi kamben Batik, belakangan ditawarkan dengan harga sangat murah. Dengan Rp40 ribu, sudah bisa membawa pulang kamben batik dengan kualitas standar. Hal tersebut tentunya menarik bagi konsumen, yang setiap saat selalu menggunakan kamben baik untuk kegiatan keagamaan maupun ke kantor pada Kamis.
Produsen batik printing, terus membanjiri pasar tekstil di Bali. Pasalnya, pasar di Bali sangat potensial dan permintaan Kamben di Bali sangat tinggi. “Pasar busana adat di Bali memang sangat menjanjikan. Tiap saat ada rerahinan ( hari suci keagamaan),” tukasnya.

Apalagi dengan adanya Pergub No. 79 tahun 2018, tentang penggunaan busana adat Bali tiap Kamis, maka permintaan busana adat Bali semakin meningkat. Karenanya peluang bisnis busana adat Bali makin menjanjikan.
Tiap minggu selalu ada motif kamben batik baru yang diluncurkan ke pasaran. Dengan motif yang cantik dan harga yang sangat terjangkau, maka kamben batik mampu menarik minat konsumen. “Permintaan cukup tinggi, karena memang harganya terjangkau. Banyak yang mencari untuk seragam PKK atau seragam kantor,” ucapnya.

Motif yang ditawarkan sangat beragam, kamben asli Jawa tengah ini mampu menarik minat konsumen dan bersaing ketat dengan kamben endek. “Kamben endek peminatnya sebenarnya sangat tinggi, tapi karena harganya cukup mahal maka dari segi jumlah penjualan kalah dengan penjualan kamben batik. Untuk batik printing lo ya, kalau batik tulis yang harganya bersaing dengan endek mastuli tentunya konsumen lebih memilih endek” pungkasnya.*pur