PELABUHAN - Salah satu pelabuhan di Kecamatan Nusa Penida akan dikembangkan menjadi pelabuhan segitiga emas.

Pemerintah daerah berupaya menggenjot pengembangan potensi pariwisata di daerahnya guna mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Seperti halnya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Klungkung yang saat ini terus mematangkan rencana pembangunan pelabuhan segitiga emas di Nusa Penida. Apa hubungannya?


PADA 12 September 2019 lalu Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama tim dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI dan pihak konsultan melaksanakan rapat finalisasi guna membahas rencana pembangunan pelabuhan segitiga emas tersebut. Pelabuhan ini digadang-gadang akan mulai dibangun pada 2020 mendatang.

Rapat finalisasi ini diadakan untuk memastikan gambar, posisi, maupun bentuk dari pelabuhan segitiga emas tersebut. Bupati Suwirta mengatakan, kawasan pelabuhan segitiga emas ini akan dijadikan satu kesatuan dengan pelabuhan Roro. “Nanti kita akan tata dari Sampalan sampai Buyuk menjadi kawasan pelabuhan dan bisa dikembangkan lagi seiring dengan perkembangan pariwisata di Nusa Penida,” kata Bupati Suwirta.

Ditambahkan, pelabuhan segitiga emas ini akan diintegrasikan dengan Badan Pengelola Pariwisata Nusa Penida sehingga nantinya pemerintah daerah dengan mudah menghitung berapa jumlah wisatawan yang masuk ke Pulau Nusa Penida.

Kemudian keesokan harinya, tim dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub RI meninjau Pelabuhan Sampalan Nusa Penida dan Pelabuhan Bias Munjul Nusa Ceningan dalam rangka survai titik pelabuhan yang akan dibangun dan presentasi pembangunan pelabuhan segitiga emas di Kecamatan Nusa Penida.

Kedatangan Tim Kemenhub ini dipimpin Kasubid Prasarana, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub RI, Beta Margunadi bersama plt. Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Provinsi Bali dan NTB, Asberlias Rajah.

Beta Margunadi mengatakan, pembangunan Pelabuhan Sampalan dan Bias Munjul sebagai bagian dari pelabuhan segitiga emas, merupakan salah satu bentuk dukungan Kemenhub agar daerah Nusa Penida memiliki akses yang baik untuk pendistribusian logistik serta menunjang fasilitas pariwisata. “Pada dasarnya kami mendukung penuh program yang disampaikan pemerintah daerah untuk membangun pelabuhan. Kami ditugaskan turun langsung meninjau titik batas-batas tanah yang dibebaskan menjadi pelabuhan. Kami juga melihat langsung keseriusan dari pemerindah daerah untuk percepatan pembangunan Pelabuhan Sampalan maupun Bias Munjul. Mudah-mudahan tidak ada kendala, tahun depan sudah dimulai pengerjaan fisiknya,” beber Beta Margunadi.

Plt. Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Provinsi Bali dan NTB, Asberlias Rajah meminta agar Pemkab Klungkung mempercepat proses persertifikatan lahan untuk yang di Bias Munjul guna percepatan proses administrasi. Pihaknya juga meminta pemkab agar mengantisipasi dampak sosial masyarakat yang ada di sekitarnya dalam proses pembagunan pelabuhan nantinya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung I Nengah Sukasta sangat mendukung terobosan Pemkab Klungkung untuk membangun pelabuhan segitiga emas ini. “Mudah-mudahan segera terwujud, karena untuk perkembangan sektor pariwisata sangat bagus. Jadi kami sangat mendukung rencana pembangunan pelabuhan segitiga emas di Nusa Penida,” ungkap Sukasta.

Dia menambahkan, pariwisata Nusa Penida belakangan ini kian berkembang, maka sangat dibutuhkan peningkatan sarana prasarana pendukung. Salah satunya adalah pelabuhan yang representatif. Dengan adanya pelabuhan tersebut nanti akan mempermudah akses keluar masuk wisatawan. Hal ini juga berimbas pada peningkatan retribusi dan pendapatan daerah. “Sesuai data retribusi, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kecamatan Nusa Penida saat ini antara 2.500-3.000 orang per hari. Setelah dibangunnya pelabuhan segitiga emas tentu kami berharap jumlah kunjungan wisatawan melebihi angka itu,” tutupnya. *dar/editor rahadi