Program Kemitraan Masyarakat (PKM)  Sanggar Seni Tari dan Lukis Anak Difabel


Oleh : Ida Ayu Nyoman Yuliastuti, SE., M.Si


PROGRAM Kemitraan Masyarakat (PKM) merupakan salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang juga merupakan penerapan dan pengembangan hasil riset perguruan tinggi, dalam memacu pertumbuhan dan perkembangan suatu usaha kecil menengah (UKM). Tim pengabdian Unmas Denpasar telah memenangkan hibah DRPM Dikti mono tahun pendanaan tahun 2019 dengan Ketua Pelaksana I Gusti Agung Ayu Istri Lestari, ST., MT, dengan anggota Ida Ayu Nyoman Yuliastuti, SE., M.Si, dan I Wayan Eka Artajaya, SH., M.Hum. Program pengabdian ini bermitrakan dengan Sanggar Seni Sekar Dewata yang beralamat di Banjar Serongga Kelod, Desa Serongga, Gianyar, Bali.

Sanggar Seni Sekar Dewata merupakan sebuah lembaga seni non formal, yang menjadi salah satu tempat beraktifitas bagi anak-anak difabel. Sanggar seni ini sangat menyadari betapa berat mendidik anak-anak difabel dan perlu adanya tingkat kesabaran yang tinggi, dedikasi yang tinggi, mengerti psikologi anak dengan baik, dan memiliki keterampilan khusus untuk membantu tumbuh kembang dan pendidikan anak tersebut, serta perlu adanya kerjasama dengan orang tua dari anak difabel.

Dengan melihat besarnya kepedulian yang dimiliki oleh Bapak I Ketut Gede Bendesa terhadap anak-anak difabel, maka tim pengabdian dari Unmas Denpasar dengan menggunakan dana hibah dari DRPM Dikti dirasa perlu untuk membantu memberdayakan Sanggar Seni Sekar Dewata ke arah perkembangan sanggar yang lebih baik.

Hasil yang telah dicapai tim pengabdian dalam program pengabdian ini yaitu dari aspek produksi telah dilakukan pengadaan baju seragam untuk latihan tari dan lukis, pengadaan pakaian untuk pementasan tari, dan pengadaan meja lukis. Pada aspek manajemen juga telah dilakukan pengadaan dan pendampingan penggunaan laptop untuk pengoperasionalan facebook dan website yang dimiliki Sanggar Seni Sekar Dewata, pendampingan pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) Tari untuk anak difabel yang tuna rungu, dan pendampingan dalam mempromosikan sanggar ke sekolah-sekolah luar biasa.

Dengan adanya program pengabdian ini dirasakan sangat memberikan manfaat bagi Sanggar Seni Sekar Dewata. Proses latihan menari dan melukis berjalan lebih efektif dan nyaman bagi anak-anak difabel dengan adanya seragam latihan tari dan lukis yang baru.

Sanggar Seni Sekar Dewata saat melakukan pementasan tari pendet dan baris tak perlu lagi menyewa pakaian untuk pementasan, meja yang digunakan untuk latihan melukis lebih kuat dan tidak mudah rusak. Sanggar Seni Sekar Dewata lebih dikenal luas sehingga terdapat peningkatan jumlah tawaran untuk melakukan pementasan tari ataupun lomba lukis, dan dimilikinya standar pengajaran tari untuk anak difabel di Sanggar Seni Sekar Dewata sehingga terjadi kesesuaian sistem pengajaran antara pengajar tari satu dengan lainnya. *wid/adv/editor rahadi