Kebutuhan masyarakat terhadap informasi menjadi hal utama di tengah perkembangan ekonomi digital serta upaya menghadapi persaingan pasar global. Keberadaan internet desa (ides) yang digagas pemerintah kini menjadi harapan untuk bisa meningkatkan sektor ekonomi di suatu daerah. Seperti apa ides tingkatkan sektor ekonomi pedesaan?


SEMANGAT pembangunan ides di setiap daerah baik itu dengan nama warung ides, warkop ides, kedai ides dalam upaya untuk menghadirkan konektivitas kepada masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Harapannya, masyarakat desa, UMKM dan komoditas lokal, terutama di desa-desa yang belum mendapatkan akses internet ini akan makin memiliki daya saing. Masyarakat dan pelaku usaha di desa bisa mengetahui kebutuhan pasar dan  memasarkan produk kian luas dengan bantuan internet gratis. Akhirnya, mereka dapat menghadapi persaingan global serta mampu mewujudkan konsep Nawacita di bidang ekonomi dengan mengadopsi teknologi informasi.

Keberadaan ides merupakan wujud nyata BUMN hadir untuk negeri. Ides hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi, termasuk agar lebih melek teknologi dan informasi, dalam rangka mendukung sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing tinggi.

Dalam kunjungannya di Desa Sidayu, Tojan, Klungkung, Menteri BUMN Rini Soemarno menyampaikan, sesuai harapan Presiden yang fokus pada pembangunan infrastruktur, kelancaran konektivitas bukan hanya konektivitas yang berkaitan dengan infrastruktur seperti jalan tol dan jalan nasional semata, tetapi juga infrastruktur komunikasi. Infrastruktur di sisi komunikasi menjadi perhatian utama pemerintah agar dapat terhubung ke segala lini selaras pembangunan yang tidak hanya dari kota ke desa, namun desa ke kota. Produk-produk desa bisa terpasarkan ke kota dengan lancar.

Untuk itu, katanya, Kementerian BUMN bekerja sama dengan beberapa instansi terkait sedang merealisasi harapan pemerintah tersebut secara penuh.

“Gambarannya, kendati tempat mereka jauh yang penting bisa berkomunikasi dengan buyer. Bila mereka punya barang mereka bisa jual di mana saja. Kalau mereka perlu sesuatu, bisa berkomunikasi dengan siapa pun. Ini yang kita realisasikan secara penuh,” paparnya saat meresmikan pengoperasian internet desa.

Ia mengatakan, sejauh ini telah tersambung internet di 3.000 desa. Targetnya sambungan akses internet bisa tersebar di 15 ribu desa hingga akhir 2019 ini. Dengan sambungan internet desa di Klungkung misalnya, ia berharap masyarakat bisa lebih sejahtera dan mampu bersaing dengan kota-kota besar. Hal ini sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo yaitu BUMN harus membangun masyarakat dari pinggir Indonesia.

“Dengan sambungan internet ini, bisa mengakses pasar guna membantu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, khususnya di Klungkung dan Bali. Saya minta Nusa Penida juga terpasang internet,” ujarnya.

Direktur Utama ICON+ Hikmat Dradjat mengatakan, ada tiga tujuan utama dari keberadaan ICON+. Pertama, peningkatan pendidikan masyarakat melalui kemudahan akses informasi dan distance learning. Kedua, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan menciptakan komunitas digital di pedesaan. ketiga ialah solusi digital village yang mensinergikan pelayanan pemerintah desa dengan masyarakat melalui teknologi informasi dan komunikasi.

“Dalam pengelolaan dan pengoperasiannya, warung ides melibatkan secara langsung pemerintah daerah atau desa, komunitas-komunitas masyarakat desa seperti komunitas petani, nelayan, perajin, pedagang, BUMDes, dan pelaku UMKM lainnya,” jelasnya.

Ia pun menyampaikan, sampai saat ini telah membangun warung ides 3.170 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Pihaknya menargetkan ke depannya akan ada lebih dari 15.000 warung ides di seluruh Indonesia. *dik