Puji Kemegahan dan Interior Balai Budaya Komisi II DPRD Badung Ajak Masyarakat Ikut Menjaga

Komisi II DPRD Badung saat mengunjungi Balai Budaya Giri Nata Mandala.

Mangupura (bisnisbali.com) –Jajaran Komisi II DPRD Badung memuji kemegahan bangunan, interior dan ornamen Balai Budaya Giri Nata Mandala. Komisi yang diketuai oleh I Gusti Anom Gumanti tersebut bahkan kagum dengan kecanggihan fasilitas yang ada di dalam balai budaya yang terletak di kawasan Puspem Badung tersebut.

“Semua sudah kami kelilingi, sangat megah dan representatif. Ornamennya tidak meninggalkan budaya Bali, tetapi dikemas dengan teknologi yang canggih. Luar biasa ide dan desain Bapak Bupati,” kata Anom Gumanti ditemui usai mengunjungi balai budaya, Senin (9/9) kemarin.

Pihaknya pun mengajak seluruh masyarakat Badung ikut menjaga balai budaya yang digadang-gadang terbesar di Asia Tenggara tersebut. “Kami tidak menyangka Bupati memiliki ide yang luar biasa ini. Masyarakat juga harus ikut menjaga, karena akan diwariskan kepada generasi penerus Badung,” ajaknya.

Hadir pula dalam kunjungan tersebut sejumlah anggota Komisi II yakni Ida Bagus Made Sunartha, I Gusti Lanang Umbara, I Nyoman Dirga Yusa, I Wayan Luwir Wiana, IB Alit Arga Patra, I Nyoman Suka dan IGAA Inda Trimafo Yuda didampingi Kepala Dinas PUPR Badung IB Surya Suamba.

Lanjut Anom Gumanti, sebagai Dewan pihaknya juga memberikan saran terkait perawatan. Pihaknya sangat setuju jika gedung tersebut turut dikelola oleh pihak ketiga. Guna memaksimalkan pengelolaan, Anom Gumanti berharap gedung tersebut dikelola oleh orang-orang profesional.

“Gedung ini kan membutuhkan perawatan dari orang khusus, apalagi interiornya ada yang didatangkan dari Jerman dan Italia, tidak bisa orang sembarangan yang merawatnya,” tuturnya.

Gedung balai budaya itu, lanjutnya lagi, perlu dikolaborasikan untuk tempat meeting center atau convention center. Terlebih, gedung ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap. “Ada pertemuan kepala daerah atau menteri, gedung ini sangat representatif, apalagi bisa menampung 2.500 orang. Kalau orangnya sedikit, bisa gunakan outdoor. Kami juga tidak menutup kemungkinan untuk peningkatan PAD, menjadi perspektif ekonomi untuk menunjang PAD terutama untuk biaya operasional gedung itu,” kata Anom Gumanti.

Senada dengan Anom Gumanti, Ida Bagus Made Sunarta mengaku bangga Badung bisa memiliki gedung megah bertaraf internasional. Pemeliharaannya harus direkrut orang khusus yang profesional. “Bapak Bupati benar-benar memikirkan kemajuan daerah ke depannya, dengan megahnya gedung dan kecanggihan fasilitas di dalamnya,” kata politisi asal Sangeh itu.

I Gusti Lanang Umbara menambahkan, agar pemerintah memperhatikan perawatan gedung jangan sampai lokasi di sekitar kumuh. Dengan modal besar yang sudah ditanamkan, pihaknya berharap gedung itu bisa membawa dampak positif bagi Badung. “Selain sebagai peningkatan pelestarian seni, adat dan budaya, kami harap gedung ini bisa membawa income bagi Badung. Misalnya dengan event-event internasional ke sini yang bisa memberikan dampak positif bagi Badung,” imbuh mantan Perbekel Pelaga itu.

Usai mengunjungi balai budaya, Komisi II juga mengadakan rapat bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Seperti Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan. Membahas mengenai program-program OPD terkait yang bisa memberikan feedback positif bagi masyarakat Badung. *ad