Denpasar (bisnisbali.com) – Negara akan menjadi mandiri dan maju bila mampu mengusai open source postgreSQL. Ini dalam rangka mendukung target pemerintah sebagai negara digital ekonomi terbesar pada 2020, serta dapat digunakan 1.000 technopreneurs baru pada 2020 dengan valuasi bisnis 10 miliar dolar AS.

“Bila mengusai teknologi open sorce postgreSQL akan menjadi solusi terhindar penggunaan lisensi yang mahal, ketergantungan teknologi negara lain, negara bisa menjadi lebih mandiri sehingga terbebas dari negara asing,” kata Commettee Report PGConf.Asia 2019, Julyanto Sutandang di Sanur, Senin (9/9). 

Ia mengatakan, pestgreSQL merupakan raja basis data open source yang dapat digunakan sebagai alternatif dari dunia bisnis. PostgreSQL merupakan open scurce tak berbayar yang paling inovatif. Dunia perbankan, telekomunikasi, ritel modern, pemerintahan dan sektor lainnya telah mulai menggunakan basis data sistem PostgreSQL.

“Hanya saja kendalanya adalah kurang sumber daya yang menguasa sistem open scurce. Untuk itu perlu dibangun ekosistem postgresql yang mumpuni agar penggunaan open source dapat direalisasikan secara maksimal,” katanya.

Dia mengakui diperlukan pendidikan dan pelatihan yang tepat untuk mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing di Revolusi Industri 4.0. Pemaparan beragam materi di dalam konferensi PGConf.ASIA 2019 akan memberikan peningkatan wawasan dan keahlian profesional bagi para peserta.

“Konferensi ini digelar sebagai bagian dari bentuk tanggungjawab kami dalam membangun solusi dan ekosistem berkelas enterprise di pasar tanah air berbasiskan software open source,” jelasnya.

Selain itu, seperti kebanyakan teknologi yang baru hadir, postgreSQL tidak serta merta diadopsi secara luas dan membutuhkan waktu agar bisa diterima di tengah masyarakat bisnis negara berkembang. “Perlu dibangun sebuah ekosistem bisnis yang lebih baik bagi postgreSQL agar bisa digunakan pada pasar lebih luas dan besar,” ujarnya. 

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan menyambut baik diselenggarakannya konferensi Internasional ini di Bali seraya berharap pesona dan kedamaian Pulau Dewata dapat memberikan kejernihan pemikiran dalam membahas berbagai hal terkait pengeloaan masalah bisnis di era digitalisasi.

Cok Ace menyampaikan di industri 4.0 penggunaan teknologi open source seperti PostgreSQL sangat penting dalam membangun kemandirian bangsa. Open Source merupakan darah kehidupan dalam industri 4.0 karena semua connection membutuhkan software yang mudah untuk digunakan. Terlebih Bali mengembangkan program Bali Smart Island yang memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mendukung berbagai hal termasuk pembangunan perekonomian Bali.

“Hadirnya PostgreSQL ini saya harap beri hembusan segar bagi perkembangan teknologi di Indonesia dan di Bali khususnya. Saya harap dengan konferensi ini lahir berbagai pemikiran inovasi yang berguna bagi kehidupan masyarakat dan sejalan dengan arah pembangunan Bali,” paparnya.

Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam arahannya melalui Video Conference menyambut baik pengembangan open source dan mendorong penggunaan open source baik di pemerintahan maupun sektor swasta. Dengan penggunaan open source ini akan dapat meningkatkan kemandirian bangsa.*dik