BPR Wajib Tingkatkan Kualitas SDM

KUALITAS – BPR wajib meningkatkan kualitas SDM.

Denpasar (bisnisbali.com) –Di tengah ketatnya persaingan dengan lembaga jasa keuangan (LJK), bank perkreditan rakyat (BPR) harus mampu meningkatkan penggaetan dana pihak ketiga (DPK). Guna meningkatkan aset dan DPK, BPR wajib meningkàtkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan I OJK Regional 8 Bali dan Nusra, Armen Minggu (8/9) mengatakan, evaluasi kinerja perbankan di Bali masih dalam kondisi yang baik. Berdasarkan data, per Juni 2019, aset perbankan di Bali mencapai Rp143,88 triliun.

Ia menjelaskan, aset perbankan di Bali  tumbuh 14,23 persen (yoy). Aset BPR sebesar Rp16,12 triliun yang tumbuh 11,06 persen (yoy).

Menurut Armen, dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), perbankan Bali mencatat total DPK sebesar Rp109,29 triliun. Khusus BPR sebesar Rp11,60 triliun dengan pertumbuhan sebesar 15,91 persen (yoy). Adapun pertumbuhan aset dan DPK dari BPR di Bali lebih tinggi dibandingkan BPR secara nasional. “Namun demikian, pencapaian tersebut jangan membuat kita terlena,” kata Armen.

Ia menambahkan, BPR tetap wajib meningkatkan kreativitas dalam upaya penghimpunan dana pihak ketiga melalui inovasi produk dan peningkatan layanan yang diperlukan masyarakat.

Peningkatan layanan bisa diwujudkan dengan peningkatan SDM BPR. Salah satunya melalui pelatihan sertifikasi dan survailen komisaris dan direksi BPR.

Armen menambahkan, peningkatan SDM juga sebagai perwujudan arah strategis pengembangan BPR ke depan agar mampu menjawab segala tantangan ekonomi terutama perbankan. BPR juga dapat berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi Bali dan nasional. *kup