Sasar Pedagang Kecil, Tingkatkan Penyaluran Kredit di LPD

Pelayanan di LPD Desa Adat Kesiman.wid

Denpasar (bisnisbali.com) – Tidak hanya menyasar sektor usaha besar, dalam penyaluran kredit, LPD juga menyasar pelaku usaha kecil salah satunya pedagang pasar. Dari kredit tanpa agunan hingga kredit harian menjadi strategi LPD untuk meningkatkan penyaluran kredit.

Hal ini mulai dilakukan oleh LPD yang masuk kategori 10 LPD dengan kepemilikan aset tertinggi. Seperti halnya LPD Desa Adat Kesiman yang merupakan LPD urutan kesepuluh dengan aset tertinggi di Bali, menggencarkan kredit tanpa agunan kepada pedagang. Dalam hal ini LPD dengan aset tertinggi di Kota Denpasar ini membentuk tim yang dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menyasar para pedagang. Kredit dengan plafon maksimal Rp5 juta bisa diberikan kepada para pedagang yang memiliki riwayat baik sebagai nasabah kredit.

Kepala LPD Desa Adat Kesiman, I Wayan Rayun mengatakan, dalam penyaluran kredit ini, tim yang dikerahkan akan melakukan analisis terlebih dahulu terhadap calon nasabah. Untuk menghindari terjadinya kredit bermasalah, para pedagang pun akan melakukan setoran (menabung)  yang saat waktu pembayaran angsuran, saldo tabungan akan dipotong. “Dalam hal ini tim lapangan yang harus menganalisis berapa nominal yang harus ditabung oleh pedagang setiap harinya. Mereka (tim) yang bertugas setiap hari mengunjungi para pedagang,” ujarnya.

Lebih lanjut Rayun menuturkan, tim juga akan diberikan reward dalam program ini, berupa 5 persen dari pendapatan bunga, dengan syarat kredit yang disalurkan tersebut lancar. Hal ini tentunya akan memacu tim untuk bekerja giat dan terhindar dari kredit bermasalah.

Hal senada juga dilakukan oleh LPD dengan aset tertinggi di Bali yaitu LPD Desa Adat Kuta. Kepala LPD Desa Adat Kuta Wayan Gede Budha Artha mengatakan, dalam upaya meningkatkan penyaluran kredit, LPD Desa Adat Kuta memiliki program kredit mikro yang menyasar pedagang di Pasar Senin. Kredit mikro yang diberikan ini berupa kredit harian yang bisa didapatkan tanpa agunan. “Suku bunga yang kami berikan sangat murah hanya 2 persen,” ujarnya.

Ketertarikan para pedagang dikatakannya sangat tinggi, selain suku bunga yang ringan,  pedagang juga mendapatkan layanan langsung dari LPD,  sehingga tidak perlu ke kantor untuk melakukan transaksi. *wid