Pelaku Pariwisata Edukasi Masyarakat Wujudkan Bali Bersih

BERSIH - Kegiatan bersih-bersih dalam "world cleanup day” tahun lalu bekerja sama dengan seluruh industri pariwisata, baik yang terkait langsung maupun tidak, dunia pendidikan, LSM dan masyarakat lokal.

Denpasar (bisnisbali.com)- Selama ini pesaing pariwisata Bali menyoroti Bali dihadapkan masalah sampah plastik. Ketua Panitia Suksma Bali, I Gusti Agung Ngurah Darma Suyasa Rabu (4/9)  mengatakan, melalui program Suksma Bali dengan  kegiatan “world cleanup day” pelaku pariwisata Bali mengedukasi masyarakat guna mewujudkan Bali bersih.

Suksma Bali berharap dapat menciptakan kebersamaan yang Iebih kuat sesama warga Bali dan masyarakat yang berdomisili di Bali dari berbagai elemen.  Pemerintah bersama masyarakat dan pelaku pariwisata antara lain mewujudkan Bali Bersih. Ia menjelaskan suksma Bali adalah manifestasi refleksi dukungan kepada budaya Bali.

Dengan edukasi melalui world cleanup day, masyarakat memiliki budaya hidup bersih dan lingkungan bebas dari sampah plastik.

Dipaparkannya, dalam kegiatan world cleanup day 2018, stakeholder pariwisata bersama masyarakat berhasil mengumpulkan kurang lebih 13.784 kg sampah organik dan 8.714 kg sampah plastik.

Kegiatan bersih-bersih sampah ini juga diikuti dengan edukasi masyarakat di tingkat rumah tangga. Sampah plastik di tingkat rumah tangga merupakan bagian  sumber sampah plastik.

Melalui kegiatan edukasi dalam even world cleanup day, pelaku pariwisata mengajak seluruh komponen masyarakat guna membersihkan sungai dan pantai.

Diakuinya, dalam kegiatan world cleanup day 2019 di lokasi sungai,  pelaku pariwisata akan melibatkan pengusaha dan pemandu rafting.

Sementara itu anak-anak sekolah selain diarahkan ikut membersihkan pantai dan sungai juga diarahkan untuk membersihkan lingkungan sekitar.

Seluruh stakeholder pariwisata dan non pariwisata mendukung penuh dan  berpartisipasi dalam kegiatan “world cleanup day” 21 September 2019. Ini sebagai wujud berterima kasih kepada alam/suksma palemahan.

Dalam teknis pelaksanaan di lapangan, kegiatan bersih-bersih ini bekerjasama dengan seluruh industri pariwisata, baik yang terkait langsung maupun tidak, dunia pendidikan, LSM dan masyarakat lokal.

Ngurah Darma Suyasa meyakinkan kegiatan bersih-bersih akan dilakukan bersamaan di 9 kabupaten/kota se-Bali. ” Dengan gerakan suksma Bali yang berkesinambungan diharapkan tercipta destinasi Bali yang makin berkualitas dan berkelanjutan,” tambahnya. *kup