Suksma Bali, Wujudkan Pariwisata Berlanjutan

Pemerintah bersama stakeholder pariwisata berinisiatif untuk mewujudkam program suksma Bali.
Pemerintah bersama stakeholder pariwisata berinisiatif untuk mewujudkam program suksma Bali.

Mangupura (Bisnis Bali)-

Wujud pariwisata berkelanjutan, mesti direfleksikan dengan rasa syukur dan terima kasih kepada Bali dalam berbagai manifestasinya. Ketua Umum Paiketan Krama Bali Ir. Anak Agung Suryawan Wiranatha, Jumat (30/8) malam mengatakan berdasarkan aspirasi itu, Paiketan Krama Bali mengambil inisiatif untuk mewujudkan dengan program suksma Bali harapan semua stakeholders dapat mengekspresikan terima kasihnya lebih dekat secara kejiwaan dan lebih kongkrit secara kekiniannya.

 

Diungkapkannya, Bali adalah pulau kecil namun tidak bermakna kecil bagi masyarakat Bali dan Indonesia. Eksistensi Bali mampu memberikan kehidupan kepada masyarakatnya. Belum Iagi berbicara secara hakekat keberadaan Bali secara spiritual di kosmik ini yang dipercaya merupakan tempat kunci bagi bumi pertiwi.

Selain pertanian dan perdagangan umum, pariwisata adalah sumber penggerak kehidupan masyarakat Bali. Pariwisata Bali eksis karena keunikan budaya masyarakat Bali dan dirasakan faktanya karena taksu tanah Bali yang sakral. Industri pariwisata menjadi hulu bagi bisnis-bisnis lainnya termasuk pula menjadi hulu bagi destinasi pariwisata lainnya di Indonesia.

Agung Suryawan memaparkan keberadaan budaya Bali yang menjadi daya tarik pafiwisata Bali adalah kunci strategis yang patut dihargai. Oleh karena itu industri pariwisata harus terlibat ikut serta melestarikannya sehingga tercipta ajeg Bali dan industri pariwisata yang berkelanjutan.

Wakil Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA), Ramia Adnyana mengatakan, IHGMA sangat mendukung kegiatan Suksma Bali. Untuk tahun ini, Ia akan melibatkan lebih banyak anggota IHGMA.

Sesuai dengan tema tahun ini, Bali sebagai destinasi wisata, sangat membutuhkan kualitas yang terjaga. Sehingga bisa menunjukkan kelas dan kualitas sebagai destinasi dunia. “Bali yang sekarang menduduki rangking 4 dunia diharapkan bisa kembali menjadi rangking 1,” harapnya.

Panitia Suksma Bali, I Gusti Agung Ngurah Darma Suyasa mengatakan suksma Bali ini diharapkan akan menjadi event tahunan Bali untuk bagaimana menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pulau Bali tercinta ini. Kata “Suksma Bali” ini memiliki taksu yang amat kuat sehingga patut didukung oleh semua stakeholder Bali.

Berterima kasih atau bersuksma pada  Parahyangan, dan suksma pada Palemahan. Suksma Palemahan merupakan bentuk pengimplementasian “Nangun Sat Kerthi Loka Bali“ yang mempunyai arti menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan karma dan gumi Bali yang sejahtera dan bahagia.

Pemerintah provinsi Bali akan bekerjasama untuk memadukan program program pemerintah untuk tahun 2019 dan tahun 2020 ini melalui acara suksma Bali.

Ngurah Darma Suyasa melihat seluruh stakeholder pariwisata dan non pariwisata mesti mendukung penuh acara ini. Tiga kegiatan utama tahun ini yang pertama adalah berpartisipasi dalam kegiatan “world cleanup day” tanggal 21 September 2019 sebagai wujud berterima kasih kepada alam atau suksma palemahan.

Ini bekerjasama dengan seluruh industri pariwisata, baik yang terkait langsung maupun tidak, dunia pendidikan, LSM, masyarakat lokal.  kita akan bersama sama melakukan upaya bersih-bersih di 9 kabupaten/kota se-Bali. Kedua akan diadakan simposium yang mengambil tema menjaga dan menyelamatkan keberlangsungan air Bali

yang kita pahami bersama menjadi perhatian dan concern ke depan.

Ngurah Darma Suyasa menambahkan

di penghujung tahun akan diadakan social dan Charity dinner. Saat Itu akan ada penganugrahan award kepada tokoh tokoh yang memberikan kontribusi besar kepada Pulau Bali.*kup