MERMAID (putri duyung) bukan sekadar tren penggunaan pakaian, namun bisa dijadikan olahraga yang dipadukan dengan keindahan gerakan. Hal ini pun yang coba diperkenalkan Nyoman Sri Pradnya Devayanti atau lebih dikenal sebagai Deva Harris.

Bahkan, kegiatan yang memadukan antara keahlian menari dan menyelam ini menjadi kompetisi yang menarik di luar negeri.  Tahun ini, wanita yang telah menekuni dunia tari sejak umur 4 tahun ini akan mewakili Indonesia di ajang World Mermaid Championship 2019 di Cina. “Di Indonesia, mermaid memang dikenal sebagai mainan anak-anak, padahal itu bukan sekadar mainan ada peraturan dan memerlukan keahlian khusus,” ungkapnya saat ditemui belum lama ini

Dalam kejuaran itu, ia akan bersaing dengan peserta lain seperti Cina, Inggris, Rusia dan lebih dari 20 negara lain dari seluruh dunia. Dalam kesempat itu, ia tidak hanya sekadar membawa nama Bali dan Indoensia pada umumnya, lebih dari itu ia membawa pesan khusus terkait isu lingkungan yang sedang hangat diperbincangkan terlebih Bali.

“Salah satunya adalah dengan memotivasi gerakan konservasi laut karena saya ingin meningkatkan kesadaran kepada orang lain, terutama generasi muda betapa pentingnya lautan bagi planet kita,”ujarnya.

Deva sendiri akan menggunakan kostum berkonsep tropical yang ia padukan antara budaya Bali dan New Zealand. “Kenapa New Zealand, ya ini perpaduan budaya Bali dan kampung halaman suami saya,” katanya.

Ia menegaskan, kompetisi mermaid ini tidaklah seperti yang dibayangkan pada umumnya. Mereka yang ikut berlomba akan menari di tengah kolam dan disaksikan oleh banyak orang. Tentu, ketahanan fisik dan kekuatan nafas adalah syarat utama dari peserta mermaid. “Bahkan di luar negeri ada asosiasi yang mensertifikasi mermaid,” katanya.

Ia mengatakan jika potensi ini sangat bagus ke depannya. Menurutnya, potografer luar negeri secara sengaja membawa seorang mermaid ke Bali khususnya ke pantai Tulamben untuk melakukan sesi foto. “Paling dekat itu di Malaysia dan Singapura ada sekolah mermaid yang sudah diakui secara internasional,” katanya.

Dengan keikutsertaannya dalam ajang bergengsi itu, Indonesia bisa segera memiliki arena untuk mermaid. (wid)