Ketut Meniarta, S.TP., M.Si. Milenial harus Kenal Koperasi  

KABID Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Bali, Ketut Meniarta, S.TP., M.Si., mengatakan, generasi muda atau yang belakangan dikenal dengan kaum milenial tidak boleh gengsi dan wajib menjadi anggota koperasi. Sebagai organisasi yang bertujuan untuk ikut membantu masyarakat terutama anggotanya dalam meningkatkan perekonomian sudah pasti keberadaan koperasi sangat dilindungi oleh pemerintah melalui dinas terkait, mengingat dalam oprasionalnya selalu di bawah pengawasan dan pemerikasaan Dinas Koperasi dan UKM.

“Selama ini seringkali kita melihat banyak anak muda yang enggan menjadi anggota koperasi karena dianggap kurang bergengsi dan terkesan kuno, padahal dalam kenyataannya koperasi masa kini sudah mulai menyamakan diri dan pengelolaan dengan lembaga keuangan lainnya dengan mengandalkan kemajuan teknologi dan informasi, selain itu berbagai kemudahan bisa didapatkan dengan menjadi anggota koperasi, mulai dari permodalan usaha dengan bunga yang relatif rendah, keuntungan berupa sisa hasil usaha (SHU) setiap tahunnya serta kesempatan untuk mengembangkan usaha melalui pembinaan dan pelatihan,” katanya.

Kemudahan dan kelebihan yang ada di koperasi tentunya tidak bisa didapatkan di lembaga keuangan lainnya, mengingat koperasi memiliki asas kekeluargaan yang berarti mengutamakan peningkatan peluang usaha dan keuntungan yang sama bagi semua anggotanya. Hanya saja dalam menentukan koperasi yang harus diikuti haruslah selektif, yang bisa dilihat dari track record serta ketaatannya dalam menjalankan aturan.

“Kita tidak memungkiri masih ada koperasi yang masih belum mengikuti aturan yang ada akibat kurangnya informasi yang mereka miliki, karenanya kita akan selalu berupaya jemput bola dalam memberikan pemeriksaan serta pembinaan, sehingga dalam operasionalnya bisa sesuai dengan standar dan aturan yang ada. Dengan mengenalkan koperasi kepada generasi muda, mereka akan mengetahui bagaimana pola dan oprasional koperasi yang tidak hanya mengejar keuntungan pribadi atau oknum namun lebih pada keuntungan bersama yang bisa dinikmati bersama,” katanya.

Saat ini bahkan banyak koperasi yang sudah memanfaatkan teknologi dengan menggunakan aplikasi tertentu yang bertujuan untuk memberi rasa aman dan nyaman serta sebagai wujud keterbukaan pengelola koperasi terhadap berbagai program serta laporan keuangan yang ada. Selain itu dengan aplikasi banyak keuntungan yang bisa didapatkan utamanya dalam mengakses berbagai kebijakan dan regulasi terbaru untuk peningkatan pengetahuan anggota serta pengurusnya.

Kaum milenial bukanlah dilihat dari modernisasi yang berlebihan, namun dari bagaimana mereka mampu dan mau memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, termasuk di dalamnya bagaimana bisa memanfaatkan koperasi daam membaca peluang usaha yang ada, serta bisa maju bersama dengan teknologi yang telah dikuasai. *ita