RI – Chile Perkuat Kerja Sama Kemaritiman dan Lingkungan

Denpasar (Bisnis Bali) – Pemerintah RI melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman berkomitmen untuk memperkuat kerja sama di bidang kemaritiman dan juga dalam menangani isu lingkungan, bersama dengan Pemerintah Chile. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia, Iptek dan Budaya Maritim, Safri Burhanudin ketika kegiatan beach clean up di Pantai Mertasari, Sanur, baru-baru ini.
“Pertemuan ini sebagai tindak lanjut dari pertemuan APEC dan COP ke-25 yang diadakan pada tahun ini. Kedua isu tersebut adalah isu ekonomi dan lingkungan yang menjadi dasar kerja sama antara Chile dan Indonesia,” ujar Safri Burhanudin.
Terkait dengan kegiatan beach clean up, dikatakan bahwa Indonesia dan Chile mempunyai pandangan yang sama tentang isu sampah laut (marine debris). “Permasalahan marine debris bukan hanya milik satu negara saja, Chile pun sudah melakukan pertemuan di tingkat dunia untuk membantu penanganan isu tersebut, mereka juga ikut mengusulkan kegiatan ini dan ini bukan kali pertama mereka datang dan terlibat langsung,” imbuhnya.
Duta Besar Chile untuk Indonesia, Gustavo Ayares Ossandon menyatakan kerja sama dengan Indonesia ini dipandang sangat penting. Pasalnya, Chile dan Indonesia sama-sama peduli pada isu lingkungan, utamanya permasalahan sampah plastik yang sudah menjadi masalah global. Selain juga kerja sama di bidang mitigasi bencana dan perikanan.
“Dunia turut prihatin karena masalah ini, ini perlu komitmen kuat, ini penting bagi Chile. Tidak ada kemungkinan untuk menangani polusi apabila seluruh bangsa tidak segera sadar dengan permasalahan yang dihadapi. Kita berbagi Samudera Pasifik, kita juga memerangi illegal fishing seperti tujuan pemerintah Chile, kita pernah ditimpa tsunami dan gempa bumi, itu juga terjadi di Indonesia dan sekarang saatnya kita mencari solusi bersama,” ujar Dubes Gustavo.
Lebih lanjut, Dubes Gustavo pun menjelaskan mengenai kedatangan Kapal Latih Esmeralda milik Angkatan Laut Chile yang membawa sekitar 250 kru dan kadet. Misi kapal latih tersebut, selain untuk melatih para kadet muda, juga sebagai sarana pendidikan serta duta persahabatan Indonesia – Chile.
“Para kru kapal dan para kadet juga terlibat dalam kegiatan bersih pantai, saya kira semua pihak harus aktif berperan, kita adalah sahabat dan kita berbagi pengalaman yang sama. Ini bukan kegiatan satu hari saja, ini adalah komitmen yang akan diperkuat hari demi hari. Mari kita jaga obor semangat seperti ini. Bali mempunyai keistimewaan sendiri bagi Indonesia, dan dunia harus ikut menjaga keistimewaan tersebut,” ucapnya.
Kapten Kapal Latih Esmeralda, Claudio Maldonado mengatakan dirinya sangat bangga bisa mengikuti acara semacam ini. Menurutnya, ini bukan kali pertama dirinya berkunjung ke Bali, melainkan pertama kalinya untuk ikut dalam kegiatan beach clean up.
“Terima kasih sekali atas kesempatan berkunjung ke negeri indah dengan masyarakatnya yang luar biasa, saya akan terus melanjutkan ini. Ini adalah titik awal dan saya kira hal ini harus terus berlanjut untuk anak cucu kita dan dunia yang lebih baik serta bebas dari sampah,” ujarnya.
Selanjutnya, ada berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh kru Kapal Latih Esmeralda saat berada di Bali, antara lain seminar, kunjungan publik ke dalam kapal dan lainnya. (*dar)