Perputaran Uang Selama Porprov Bali XIV di Tabanan Diklaim Tembus Rp 2 M per hari

Tabanan (Bisnis Bali) –
Proprov Bali XIV 2019 yang akan berlangsung di Kabupaten Tabanan di klaim membawa dampak positif bagi eksistensi keolahragaan sekaligus ekonomi di daerah lumbung pangan ini. Tak tangung-tanggung jumlah uang beredar di ajang bergengsi tersebut diklaim mencapai Rp 2 miliar per hari.
“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan beserta Koni Tabanan, mencoba menampilka sesuatu yang berbeda dalam rangka Porprov Bali XIV yang di buka pada 9 September nanti. Yakni, mengkemas ajang ini tidak hanya menonjolkan kegiatan olah raganya saja, namun di backup dengan sport tourism and culture,” tutur Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, pada ajang Tehnical Meeting (TM) bersama kontingen Porprov Kabupaten/Kota se-Bali di SMA N 1 Tabanan, Minggu (25/8).
Terangnya, sport tourism and culture itu salah satunya tercermin pada ajang pembukaan yang di isi dengan parade budaya. Diantaranya, kesenian okokan, beleganjur, hingga barong bangkung. Begitu juga, venue atau tempat kegiatan lomba yang dilakukan disejumlah desa di Kabupaten Tabanan.
Bercermin dari itu jelas Sanjaya, ajang olah raga ini dimaknai juga dengan kebudyaan, sehingga kegiatan bergengsi ini sertamereta dinikmati sekaligus berdampak pada semua masyarakat yang ada di Tabanan. Katanya, ada sepuluh desa di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tabanan yang digunakan sebagai venue dari ajang Porprov Bali ini. Contohnya, ajang balap sepeda di lakukan di Desa Wisata Pinge.
“Dampaknya, tentu membuat tempat penginapan atau homestay di Desa Pinge penuh terboking, begitu juga sejumlah bisnis di daerah tersebut juga kian menggeliat. Hal sama juga terjadi pada desa lainnya di Tabanan, sehingga kami perkirakan perputaran uang dari ajang ini mencapai Rp 2 miliar per hari,” ujarnya.
Di sisi lain orang nomor dua di Tabanan juga tidak memungkiri, prestasi Kabupaten Tabanan masih kalah jauh dengan kabupaten lain, sehingga diperlukan komitmen dan proses yang panjang untuk membawa prestasi ke Tabanan. Disamping itu, tidak ada yang instan seperti makanan yang banyak dijual di toko kelontong, namun sebuah prestasi perlu perjuangan dan perlu komitmen dan jiwa saling bahu membahu dari masyarakat Tabanan.
Sebab itu, Sanjaya berharap melalui TM Cabor Porprov Bali 2019 ini agar semua pihak, khususnya para atlit dan official atlit/team agar memanfaatkan TM ini sebaik-baiknya. Apalagi Tabanan akan menampilkan sesuatu yang berbeda dalam Porprov Bali ini.*man