Singaraja (Bisnis Bali) – Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar sebagai salah satu desa di Bali Aga yang memiliki potensi kerajinan bambu di Buleleng.

Sebagai daerah penghasil bambu, membuat sebagian besar masyarakat di desa ini bermata pencaharian sebagai perajin bambu. Berbagai jenis anyaman yang terbuat baku dari bambu pun berhasil diciptakan mulai dari prabotan rumah tangga, perlengkapan upakara seperti sokasi atau keben, bokor dan masih banyak lagi lainnya.

Namun di tengah moderninasi, perajin yang ada di Desa Tigawasa ini diharapkan mampu mengikuti tren pasar dengan terus berinovasi dalam mengembangkan kerajinan anyaman bambunya.

Hal itu dilakukan selain untuk menjawab kebutuhan pasar yang makin beragam juga untuk meningkatkan kreativitas dalam produksi sehingga mampu  berkembang guna memenuhi keinginan konsumen. Demikian ungkap Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Drs. Ketut Suparto, MMA., belum lama ini.

Sejauh ini, dijelaskan Suparto dorongan kepada perajin di Desa Tigawasa untuk semakin berinovasi ini pun datang dari berbagai pihak mulai dari Pemerintah Kabupaten Buleleng hingga instansi swasta. Termasuk pelatihan dari Kementerian Perindustrian yang dilaksanakn di Banyuwangi Jawa Timur, Pelatihan sulam pita yang dilaksanakan oleh Dinas Perindutrian dan UMKM Buleleng dan pelatihan produksi dari PNPM Mandiri.

Bahkan, belum lama ini juga sudah dilaksanakan pengukuhan kelompok wanita yang bergerak di bidang bambu ini nantinya diharapkan dapat mengkoordinir anggotanya di dalam memproduksi dan pemasaran pun dilakukan melalui kelompok. “Sehingga harga yang didapatkan nantinya adalah harga yang sesuai kesepakatan kelompok,” ungkap Suparto.

Suparto juga menambahkan Desa Tigawasa yang notabene sebagai sentra atau pusatnya perajin bambu ke depan antara kelompok perajin dapat saling berbagi pengalaman, baik dalam hal produksi maupun pemasaran agar tidak terjadi persaingan  khususnya dalam hal harga. (ira)