Tabanan (Bisnis Bali) – Selain terkenal dengan julukan lumbung pangannya Bali, Kabupaten Tabanan juga menawarkan sejumlah tempat nongkrong bagi pecinta kopi. Salah satunya yang sangat terkenal adalah Kedai Kopi  M. Aboe Talib yang berada di kawasan Pertokoan Jalan Gajah Mada, Tabanan.

Kedai kopi yang beroprasional sejak 1940 ini masih tetap eksis hingga saat ini. Sekaligus merupakan kedai kopi yang sangat legendaris dan tidak pernah sepi dari pengunjung, baik pagi hari atau malam hari. Bagus Tri Waluyo, merupakan generasi ke tiga penerus kedai kopi M. Aboe Talib, Rabu (21/8) mengungkapkan, usaha kedai kopi ini awalnya,  dilakoni oleh buyutnya yang kelahiran Blora (Jawa Tengah) dengan membuka usaha kopi dan makanan.  Namun saat itu karena keterbatasan jumlah tenaga usaha makanan yang dilakoni tutup dan hanya fokus untuk penjualan kopi.

“Fokus di penjualan kopi ini berlanjut hingga generasi bapak, kemudian saya sebagai generasi penerusnya dengan tetap menawarkan sajian kopi sebagai bisnis utama,” tuturnya.

Dari generasi ke generasi sajian kopi di kedai ini memang tetap dijaga ciri khasnya, yakni cita rasa kopi alami memanfaatkan jenis kopi Robusta hasil dari petani di Pupuan, Kabupaten Tabanan. Cita rasa tersebut yang membuat para penikmat kopi ini selalu setia datang ke M. Aboe Talib hingga kini.

Untuk minuman kopi, ada sejumlah varian yang bisa dipilih. Yakni, kopi hitam, kopi susu dan kapucino dengan harga berkisar Rp5.000-Rp 7.000 per gelas. Semua varian tersebut sangat diminati oleh berbagai kalangan, mulai remaja hingga kalangan dewasa.

“Buka dari pukul 06.00 hingga pukul 24.00 wita. Biasanya, kalau pagi kebanyakan yang datang dari kalangan bapak-bapak yang menikmati kopi sebelum malakukan aktivitas bekerja atau ke kantor. Sedangkan malam harinya konsumen kebanyakan kalangan anak muda atau remaja yang sekedar nongkrong menikmati kopi sambil bersantai,” ujarnya sambil melayani konsumen di kedai yang hanya berukuran 22 meter x 1,5 meter.

Konsumen tidak hanya datang dari masyarakat lokal Tabanan, tapi juga ada konsumen dari Denpasar dan sejumlah daerah lainnya. Itu pula akuinya, mendasari untuk membuka cabang selain di pertokoan Jalan Gajah Mada, Tabanan. Saat ini sudah memiliki tiga cabang. Yakni, cabang kedai kopi M. Aboe Talib ke dua ada di Denpasar, tepatnya di Jalan Tengku Umar Barat yang dibuka sejak tiga tahun lalu, kemudian untuk cabang ke tiga ada di kawasan Kediri Tabanan di buka pada tahun lalu.

“Rencana nanti, tahun ini kami juga akan membuka cabang di wilayah Sanur yang sekaligus menjadi cabang ke empat dan saat ini masih penjajakan,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang pelanggan setia kopi M. Aboe Talib, Kadek Agung, mengungkapkan, kedai kopi ini sudah menjadi tempat favoritnya sejak duduk di bangku SMA hingga kini telah bekerja. Awalnya diajak sama teman, lama-lama ketagihan nongkrong di sini, bahkan tidak jarang mengajak teman-teman dan adik-adik datang menikmati kopi di M. Aboe Talib sambil bersantai.

Kesetiannya datang untuk menikmati kopi di kedai M. Aboe Talib ini karena ada cita rasa berbeda di dalam kopi racikan yang membuat ketagihan. Ditambah dengan menikmati kopi bersama kue atau camilan yang tersedia lengkap di kedai ini. Semua itu membuat suasana bersantai menjadi lengkap sambil menikmati keindahan kota Tabanan. *man/editor rahadi