Tampil Stylish Memakai Kemeja Flanel

Kemeja flanel cocok dipakai dalam berbagai acara dan menambah tampilan stylish.

Denpasar (Bisnis Bali) – Kemeja memang identik dengan kaum pria. Bisa dipastikan seorang pria memiliki satu atau lebih koleksi kemeja di lemarinya. Mungkin diantara koleksi tersebut adalah kemeja berbahan flanel. Jenis kemeja yang satu ini tidak terlalu berkesan resmi sehingga sangat nyaman digunakan dalam berbagai acara. Hal ini pula yang membuat popularitas kemeja flanel tak lekang oleh waktu.

Kemeja flanel sejatinya bukanlah tren baru dalam dunia fashion. Dalam beberapa sumber disebutkan bahwa flanel sudah ditemukan dan dipakai pada abad ke-16 di Wales dengan sebutan flannelette. Ketika itu, kemeja flanel banyak dipakai oleh para petani karena bahan flanel ini agak tebal dan hangat sehingga dapat melindungi tubuh dari cuaca dingin. Flanel atau felt adalah jenis kain yang dibuat dari serat wol tanpa ditenun, namun melalui proses pemanasan dan penguapan sehingga menghasilkan kain dengan beragam tekstur dan jenis.

Kini, kemeja flanel telah menyebar di berbagai negara dan berkembang menjadi fashion item yang sangat digandrungi oleh kaum pria khususnya. Owner Karung Jantan di Jalan Pulau Tarakan Denpasar, Edi mengungkapkan tren kemeja flanel hampir tidak ada batas waktunya. Kemeja ini selalu dicari dalam setiap kesempatan. Tak hanya anak muda pria, tak sedikit para remaja wanita juga menyukai jenis kemeja ini. “Kami memang menyediakan kemeja flanel untuk pria, namun para wanita juga suka, jadi bersifat unisex, sah-sah saja. Kemeja flanel sangat cocok dipadukan dengan celana pendek atau celana panjang jeans dan sepatu boots atau sneakers agar memberikan penampilan stylish. Kemeja ini juga bisa difungsikan sebagai item luaran dan di dalamnya memakai t-shirt,” ujar Edi.

Ditambahkannya, secara umum terdapat dua tipe kain flanel, yaitu polos dan bercorak. Kain flanel yang polos hanya memiliki satu warna di seluruh bagiannya sementara kain flanel yang bercorak memiliki serat-serat dalam warna yang berbeda. Biasanya kain yang memiliki corak dihargai relatif lebih mahal. Ada pula kain flanel dengan jenis zephyr, yaitu kain flanel dengan corak biasa, tetapi dicampuri bahan sutera di dalam bahan pembuat benangnya. “Kami memproduksi sendiri kemeja flanel di Bali dan Tangerang. Memang cenderung yang bermotif atau identik dengan kemeja kotak-kotak. Kemeja flanel ini kami jual seharga Rp110 ribu dan dalam sehari terjual rata-rata 10 pcs,” imbuhnya.

Selain dijual di toko atau distro, Edi mengatakan tetap melakukan pemasaran secara online. Dengan cara ini, praktis penjualannya menjadi meningkat. Sementara itu untuk perawatan kemeja flanel tidaklah sulit. Menurut Edi, ketika mencuci kemeja flanel cukup dilakukan dengan cara mengucek dan tidak perlu menyikat agar serat kainnya tidak berbulu. (*dar)