Andi Amran Sulaiman : Akselerasi Ekspor

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ketika melepas ekspor perdana produk unggulan Bali berupa Mangga Harum Manis ke Rusia bertempat di area Kargo Logistik Angkasa Pura I, Tuban, Badung.

Mangupura (Bisnis Bali) – Kementerian Pertanian RI terus menggalakkan program “Agro Gemilang” sebagai upaya akselerasi ekspor produk pertanian. Hal itu salah satunya diwujudkan melalui ekspor produk pertanian unggulan Provinsi Bali, yakni Mangga Harum Manis ke Rusia. Pelepasan ekspor perdana produk unggulan tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bertempat di area Kargo Logistik Angkasa Pura I, Tuban, Badung, baru-baru ini.

Andi Amran Sulaiman mengatakan sebanyak 2,5 ton Mangga Harum Manis diekspor ke Rusia dan beberapa produk lainnya ke beberapa negara. Ia menargetkan 100 ton ekspor buah mangga asal Bali ini mampu memenuhi pasar Rusia di tahun 2019. Dikatakan, sejauh ini ekspor pertanian ke Rusia baru mencapai 368,4 ribu ton berupa komoditas air kelapa, bambu, salak dan kacang tanah, dan pihaknya akan terus mendorong penambahan volume ekspor. “Saya mengajak pemuda tani Indonesia, ayo kita mulai ekspor ke Rusia. Harganya bagus dan ekspor akan meningkatkan kesejahteraan petani,” tegas Amran.

Komoditas lainnya yang diekspor, antara lain paprika, handicraft berbahan batok kelapa, jerami dan enceng gondok dengan tujuan Belanda, daun bawang tujuan Taiwan, vanili tujuan USA, rempah tujuan Swiss. Selain itu komoditas peternakan berupa anak ayam umur sehari (DOC) sebanyak 44.500 tujuan Timor Leste dan beberapa produk hewan lainnya. Keseluruhan total bernilai Rp13,5 milyar.

Lebih lanjut Andi Amran Sulaiman menyebutkan ekspor produk pertanian terus meningkat hingga 100 persen per tahun. Total volume ekspor tahun 2014 sebanyak 33 juta ton, namun pada tahun 2018 telah mencapai 42,5 juta ton. Hal ini disebabkan berbagai inovasi, kemudahan dan percepatan layanan karantina di pelabuhan atau bandara. Elektronik sertifikat dan aplikasi petaan komoditas pertanian ekspor (IMACE) juga memudahkan eksportir untuk ekspor. “Kami targetkan tahun 2019 volume ekspor meningkat hingga 45 juta ton. Sesuai amanat Bapak Presiden, kami gunakan teknologi informasi, permudah perizinan dan sertifikat melalui digitalisasi untuk memudahkan layanan ekspor,” tutup Amran. (*dar)