Sektor Usaha Dituntut Mampu Tingkatkan Penjualan dan Angkat Brand

Penyerahan award dalam ajang Indonesia Marketeers Festival 2019
Penyerahan award dalam ajang Indonesia Marketeers Festival 2019

Mangupura (Bisnis Bali)-

Di era milenial pasar makin berkembang dan menuntut banyak kemudahan termasuk dari sisi layanan. Pakar Marketing sekaligus Founder & Chairman MarkPlus, Inc Hermawan Kartajaya Selasa (6/8) mengatakan dalam era milenial pelaku usaha dituntut disamping mampu untuk mengangkat penjualan juga memiliki kemampuan untuk mengangkat brand.

 

Diungkapkannya, marketing tanpa leadership sangat sulit bagi perusahaan untuk berpromosi. Penjualan dan promosi ini ibarat pisau bermata dua. ” Jika terlalu banyak discount maka brand akan rusak,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dalam melakukan promosi jangan hanya fokus pada diskon. Karena masih banyak strategi atau gebrakan yang bisa dilakukan.

Dipaparkannya, ada lima gebrakan yang bisa dilakukan, untuk membuat penjualan (sale) meningkat. Pertama yaitu benefit, bonus dan bundling. Kedua flexi flash dan free. Ketiga co brand, collab dan cross – sell. Keempat experience, engage dan endorse. “Terakhir, limited loyal dan lucky,” ucapnya.

Pemasaran memang didukung kekuatan demand dan supply.  Pelaku usaha wajib membuat kuantitas produk menuju kualitas produk. ” Tanpa adanya kuantitas produk sulit bagi sektor usaha mencapai kualitas produk,” tegasnya.

Hermawan Kartajaya menambahkan pelaku usaha dalam menjalankan usaha harus produktif. Hanya saja pada jaman milenial ini pelaku usaha tidak hanya dituntut produktif tetapi juga kreatif.

Salah satu penerima award dalam ajang festival marketing Indonesia Marketeers Festival (IMF) 2019, AA. Bayu Joni mengatakan sangat setuju dengan gebrakan penjualan ala MarkPlus. Dengan memaksimalkan peran sales, dalam meningkatkan penjualan dan sekaligus mengangkat brand. Dalam melakukan promosi jangan hanya fokus pada diskon karena masih banyak strategi atau gebrakan yang bisa dilakukan.

Owner Bayus Kargo ini menambahkan ajang IMF ini sangat tepat untuk mengupgrade pengetahuan baru dunia marketing. Suatu keharusan sektor untuk untuk memanfaatkan kemajuan TI. ” Suka tidak suka, siap tidak siap pelaku usaha harus kuasai pemasaran menggunakan TI,” tegas Bayu Joni.*kup