GWK Penjor Festival 2019 Dukung Budaya Bali

Sejumlah wisatawan sedang berkunjung di GWK Cultural Park sembari menikmati “GWK Penjor Festival 2019”.

Mangupura (Bisnis Bali) – Dalam memperigati Hari Raya Galungan, GWK Cultural Park sebagai destinasi wisata budaya terdepan di Bali menghadirkan kemeriahan “GWK Penjor Festival 2019”. Event ini digelar pada 13 – 27 Juli 2019 sebagai salah satu wujud komitmen GWK Cultural Park dalam mendukung pelestarian kebudayaan dan tradisi di Bali.

Marcomm Department Head – GWK Cultural Park, Oktaviano Pratomo mengatakan sebagaimana diketahui bahwa penjor merupakan perwujudan persembahan umat manusia kepada Tuhan atas kemakmuran yang telah didapat. Penjor terbuat dari bambu yang berhias janur dan beragam hasil bumi, dan biasanya dipasang di depan pekarangan rumah serangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan, serta acara adat lainnya. Penjor juga merupakan simbol dari gunung tempat berstana Dewa dalam ajaran agama Hindu.

“GWK Penjor Festival 2019” dimulai dengan Lomba Kreasi Penjor yang diadakan pada 13 Juli lalu. Selama gelaran GWK Penjor Festival 2019 ini, masyarakat pemegang KTP Bali, pemegang Kartu Pelajar Bali dan WNA pemegang KITAS akan mendapatkan diskon 50 persen untuk tiket masuk GWK Cultural Park,” ujar Oktaviano.

Ditambahkannya, Lomba Kreasi Penjor diikuti oleh perwakilan dari banjar atau desa dan sekolah dengan jumlah maksimum lima orang per kelompok. Dua kategori yang dilombakan, yaitu penjor upacara dan penjor hias. Peserta diwajibkan menggunakan bahan utama daun lontar (ental) dan bahan-bahan yang tidak mudah layu sehingga bisa awet selama 14 hari.

“Sebagai dukungan terhadap pengurangan bahan-bahan sintetis, dalam lomba ini para peserta tidak diperkenankan menggunakan bahan yang terbuat dari styrofoam atau plastik,” imbuhnya.

GWK Penjor Festival 2019 juga dimeriahkan dengan Penjor Exhibition yang merupakan pameran ratusan hasil karya peserta Lomba Kreasi Penjor. Selain itu, pengunjung dapat menikmati pertunjukan budaya, hiburan musik dan lainnya yang tentunya akan menjadi daya tarik baru bagi pengunjung GWK Cultural Park, baik pengunjung domestik maupun mancanegara.

“Melalui penyelenggaraan GWK Penjor Festival ini diharapkan dapat mendukung pelestarian budaya Nusantara khususnya Bali. Sekaligus mengenalkan ikon-ikon budaya Pulau Dewata kepada wisatawan khususnya, mulai dari keindahan penjor hingga keunikan kesenian Bali seperti tari dan musikal,” sebut Oktaviano. (*dar)