Taman Surya Nirwana jadi Daya tarik Baru di Kawasan Kebun Raya Bali

Tabanan (Bisnis Bali) –
Kini Taman Surya Nirwana menjadi daya tarik baru yang ditawarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke kawasan Kebun Raya Bali, Candikuning, Baturiti, Tabanan. Taman yang terletak di sisi timur ini kasawan Kebun Raya Bali ini menawarkan keindahan pemandangan Danau Beratan dan Bukit Pengelengan.
“Pada Taman Surya Nirwana ini mengambil konsep yang berbeda dari sebelumnya. Sebab, biasanya konsep taman kami di sini adalah taman koleksi berbagai ragam tanaman, namun pada Taman Surya Nirwana ini didesain dengan mengedepankan konsep keindahan,” tutur Director Kebun Raya Bali Dr., Bayu Adjie, disela-sela perayaan ke 60 Kebun Raya Bali, di Tabanan, Selasa (16/7).
Terangnya, konsep keindahan tersebut tercermin dari taman Eropa, namun tetap menonjolkan arsitektur bernuansa Bali. Nantinya, taman ini (Taman Surya Nirwana) akan digunakan sebagai tempat pertunjukan atau panggung terbuka dengan latar belakang pemandangan Danau Beratan dan Bukit Pengelengan. Terkait itu pihaknya sedang menyusun jadwal tetap pertunjukan yang akan dipentaskan di Taman Surya Nirwana.
“Selain itu, tidak menutup kemungkinan taman ini juga ditawarkan kepada event organizer untuk melakukan berbagai pertunjukan di sini. Tidak hanya pertunjukan wisata saja, harapan kami juga ada pesan-pesan konservasi di dalamnya,” ujarnya.
Jelas Bayu, launching Taman Surya Nirwana ini bertepatan dengan perayaan Kebun Raya Bali yang ke 60 pada tahun ini. Katanya, Kebun Raya Bali adalah Kebun Raya pertama yang didirikan oleh Bangsa Indonesia. Sebab, tiga kebun raya lainnya yang ada di Indonesia, yaitu Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, dan Kebun Raya Porwodadi merupakan warisan pemerintah kolonial. Itu terermin dari aresitektur di tiga kebun raya tersebut yang sangat kental dengan nuansa Eropa.
Sambungnya, berbeda dengan Kebun Raya Bali, paparnya Kebun Raya Bali sangat kental dengan arsitektur Indonesia, khususnya berciri khas Bali. Itu bisa dilihat adanya taman usadha disekitar kawasan Kebun Raya Bali ini yang berfungsi untuk pengobatan. Selain itu, ada pula beragam tanaman upakara yang biasanya digunakan untuk kegiatan adat di Bali selama ini.
“Di Kebun Raya Bali ini kami juga punya museum etnobotani yang menyimpan alat-alat yang digunakan keseharian oleh masyarakat Bali. Itu semua juga menjadi konsen kebun raya untuk menyimpan ilmu pengetahuan dan menyebarkan kepada generasi muda,” tandasnya.
Sementara itu, tambahnya adanya taman baru ini sekaligus sebagai upaya untuk makin menarik angka kunjungan ke Kebun Raya Bali nantinya. Paparnya, selama ini untuk angka kunjungan wisatawan ke Kebun Raya Bali ini makin naik. Itu terlihat jika dua atau tiga tahun lalu angka kunjungan hanya mencapai 400 ribu an orang per tahun, sekarang ini angka kunjungan wistawan sudah mencapai rata–rata 700 ribuan an orang per tahun.
“Dari total jumlah kunjungan tersebut, sebagian besar wisatawan yang datang ke Kebun Raya Bali ini adalah turis domestik,” tandasnya.*man