Gempa Tak Pengaruhi Wisatawan di The Nusa Dua

Suasana tenang dan aman bagi para wisatawan di kawasan The Nusa Dua - ITDC

Mangupura (Bisnis Bali) – Bali diguncang gempa bumi berkekuatan 5,8 SR sekitar pukul 08.18 Wita, Selasa (16/7). Gempa yang terasa cukup kuat dan agak lama tersebut tidak hanya menimbulkan kepanikan warga, tetapi juga mengakibatkan beberapa bangunan mengalami kerusakan. Salah satunya adalah candi bentar (gapura) main gate The Nusa Dua, di kawasan ITDC Nusa Dua.

Managing Director The Nusa Dua, I Gusti Ngurah Ardita mengakui guncangan gempa yang berpusat di laut pada jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Jembrana pada kedalaman 104 km, atau sekitar 82 km arah barat daya Nusa Dua mengakibatkan bagian atas candi bentar di main gate atau pintu masuk ke area The Nusa Dua roboh. Namun kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa atau mengganggu operasional secara umum. “Memang ada infrastruktur kami rusak, hanya bagian atas candi bentar di main gate roboh. Beberapa genteng bangunan hotel juga jatuh, tidak banyak. Semua ini sudah ditangani dan tidak mengganggu operasional. Masih normal semua dan aman,” ujar Ardita saat memberikan keterangan pers yang juga dihadiri pihak BPBD Bali, BPBD Badung dan BBMKG.

Dikatakan, pasca kejadian gempa selanjutnya puing-puing candi yang roboh tersebut langsung dibersihkan. Menurut Ardita, Bali sebagai daerah tujuan wisata sangat rentan terhadap isu keamanan, termasuk bencana alam. Terlebih, saat ini tingkat hunian atau okupansi di hotel-hotel yang berada di kawasan The Nusa Dua rata-rata di atas 75 persen. “Agar informasi bencana alam ini tidak simpang siur dan menimbulkan informasi yang tidak benar di masyarakat. Bahwa semua tertangani dengan baik, meski sempat ada kepanikan para wisatawan namun mereka tidak sampai mengajukan check out lebih awal. Intinya kami ingin menyampaikan bahwa operasional hotel-hotel di The Nusa Dua berjalan normal dan kondisi aman terkendali,” tegasnya.

Sementara itu GM Incharge Inaya Putri Bali Hotel, Diah Anggreni menyebutkan saat ini okupansi di hotel bintang lima ini mencapai 96 persen. Dikatakan, saat terjadi gempa bumi sempat menimbulkan kepanikan para tamu (wisatawan) yang berada di area hotel, namun semua itu bisa ditangani dengan cepat oleh pihak hotel yang didukung Respons Emergency Team. “Tidak ada kerusakan yang bersifat major. Tamu tidak ada yang cidera ataupun komplin, termasuk tidak ada yang sampai check out. Hotel kami telah tersertifikasi dalam menerapkan SOP penanggulangan bencana,” ungkap Diah. (*dar)