Musisi Ingin Musik Blues Disupport

Endah & Rhesa didampingi Ngurah Wirawan (dua dari kiri), Ngurah Ardita (paling kanan) dan Bagus Mantra (paling kiri)

Mangupura (Bisnis Bali) – Ajang musik tahunan “Bali Blues Festival” berlangsung semarak di Peninsula Island, kawasan ITDC – The Nusa Dua Bali. Dengan mengangkat tema “Classic Rock Celebration”, ajang ini dibuka pada Sabtu (13/7) sore menampilkan sederet musisi yang sudah punya nama. Beberapa musisi bahkan mengaku sangat terkesan tampil di ajang yang memasuki penyelenggaraan kelima tersebut.

Salah satunya adalah Endah & Rhesa. Grup yang terbentuk pada tahun 2004 dari Jakarta ini mengaku tidak bisa berkata-kata saat mendapat kesempatan tampil di Bali Blues Festival 2019. Selain karena jarang ada ajang musik blues, juga pemilihan lokasi di pinggir pantai memberikan pengalaman yang baru bagi pasangan suami istri ini. “Kami sampai gak bisa nafas tuh, speechless banget. Kita bisa main blues di depan pantai, suasana enak, family sekali, bisa jumpa dengan teman-teman musisi lainnya, pas dengan tagline Blues is Making Friends,” ungkap Endah & Rhesa.

Diakuinya, ajang musik blues di Tanah Air sangat jarang. Maka ketika ada Bali Blues Festival hingga penyelenggaraan tahun kelima patut didukung semua pihak agar musik blues semakin berkembang ke depan seperti genre musik lainnya. “Mungkin festival jazz sudah banyak, pop apalagi, rock juga. Cuma blues ini memang harus disupport. Bali Blues ini memang beda, lokasinya sangat indah yang belum pernah saya temui ketika main di festival lain di luar negeri sekalipun,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini, Endah & Rhesa tampil membawakan sekitar delapan lagu selama satu jam. Keduanya juga menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan ajang musik ini yang menggaungkan aksi cinta lingkungan anti sampah plastik. “Bagus banget, bahkan sudah diaplikasikan di belakang panggung, semua free plastic, tidak ada kemasan minuman dari plastik. Ini bisa jadi contoh bagi festival lainnya,” sebutnya sembari menyampaikan harapan semoga Bali Blues Festival bisa melahirkan musisi-musisi blues lainnya.

Sementara Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC Ngurah Wirawan mengungkapkan rasa senang atas kehadiran para musisi di ajang Bali Blues Festival 2019. Pihaknya mengaku sangat komit untuk terus menyelenggarakan ajang musik ini. “Kami komit, Bali Blues Festival jalan terus, kami tidak pernah berhenti untuk menjadi host. Ini berkah juga buat kami. Selain itu sesuai tagline, kita juga mencontoh persahabatan dua tokoh bangsa, yakni Pak Presiden Jokowi dan Pak Prabowo,” ujar Wirawan didampingi Managing Director The Nusa Dua, I Gusti Ngurah Ardita.

Bali Blues Festival ke-5 berlangsung selama dua hari hingga 14 Juli 2019. Sederet musisi yang tampil pada hari pertama baik kombinasi blues-classic rock maupun kolaborasi, yakni Nyi Pelet Berbluesria, Roxanne Blues, Winnie The Blues, Glambeer, Rivaba, Balawan & Maxell Reunion serta Endah & Rhesa. Sedangkan pada hari kedua menampilkan The Ratrocker, Singaraja Blues Community, The Bardogs, Bali Blues Brother feat Suradipa & Gus Teja, Crazy Horse feat Joni Agung, Nosstres feat. Made Mawut dan Gugun Blues Shelter feat. Emmy Tobing. “Bali Blues Festival diharapkan bisa menjadi barometer ajang musik blues terbesar di Tanah Air dan bahkan Asia,” sebut Penggagas Event, Bagus Mantra. (*dar)