Aktivitas pelayanan di LPD Desa Adat Bebandem.

Amlapura (Bisni Bali) – LPD Desa Adat Bebandem, Karangasem mencatat perolehan laba hingga Juni 2019 mencapai Rp501 juta. Angka ini menunjukkan perolehan laba telah mencapai 50 persen dari yang ditargetkan pada akhir tahun nanti sebesar Rp1 miliar.

Kepala LPD Desa Adat Bebandem I Ketut Kerta, saat ditemui belum lama ini mengatakan, berbagai upaya dilakukan untuk mencapai target. Dalam hal meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) yang masuk dari masyarakat, pihaknya memaksimalkan pemungutan tabungan ke lapangan dengan menambah waktu oprasional. Sementara untuk peningkatan penyaluran kredit, di samping menambah SDM, bagian penagihan LPD Bebandem juga menginventarisasi nasabah dari tunggakannya dengan agunan yang dijaminkan untuk bisa dijual dalam upaya peningkatan realisasi kredit sementara. “Di wilayah Karangasem masih sulit, di samping ekonomi lesu juga karena jarang mau investasi di Karangasem yang persoalan Gunung Agung belum 100 persen kondusif,” ungkapnya.

Aset yang dimiliki LPD Desa Adat Bebandem hingga Juni 2019 mencapai Rp45,8 miliar. Dibandingkan kepemilikan aset pada akhir tahun 2018, tentu pada semester I ini mengalami peningkatan. Tercatat aset LPD Desa Adat Bebandem Tahun 2018 yaitu Rp44 miliar.

Meningkatnya jumlah aset dibarengi dengan meningkatnya DPK yang mampu dihimpun LPD. Hingga Juni 2019 DPK yang mampu dihimpun sebesar Rp39,7 miliar, sedangkan DPK hingga akhir 2018 mencapai Rp38,2 miliar.

Demikian penyaluran kredit di LPD Desa Adat Bebandem masih meningkat tipis. Tercatat penyaluran kredit hingga Juni 2019 mencapai Rp22,6 miliar, sementara penyaluran kredit hingga Desember lalu (2018) Rp22,4 miliar.

Kerta berharap, dengan berbagai upaya yang dilakukan perkembangan LPD Desa Adat Bebandem akan terus meningkat. Demikian kerjasama dari masyarakat juga diharapkan untuk bersama-sama mengembangakn lembaga keuangan milik desa adat ini. *wid/editor rahadi