Semester I, Ribuan Petani di Tabanan jadi Debitur KUR

Tabanan (Bisnis Bali) –
Ribuan pelaku usaha pertanian di Kabupaten Tabanan tercatat menjadi nasabah debitur kredit program penguatan modal pemerintah dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada semester I 2019. Tingginya serapan kredit penguatan modal bersuku bunga 7 persen di kalangan pertanian ini, dibarengi juga dengan kondisi NPL yang berbeda dikisaran terkendali saat ini.
Kepala bank BRI Cabang Tabanan, Anditya Mahendra Krishna, di Tabanan, Senin (8/7) mengungkapkan, selama semester I 2019 ini usaha pertanian di Kabupaten Tabanan merupakan salah satu sektor utama yang menjadi penyerap kredit utama dari KUR. Imbuhnya, kondisi tersebut sesuai dengan karakter Kabupaten Tabanan yang merupakan daerah lumbung pangan dan juga target yang ingin disasar pemerintah melalui KUR dengan menyasar sektor produksi pada tahun ini.
“Hingga saat ini serapan KUR ke sektor pertanian ini juga dibarengi dengan NPL yang masih terkendali,” tuturnya.
Jelas Anditya, periode Januari hingga 19 Juni data serapan KUR di bank BRI Cabang Tabanan menunjukkan sektor pertanian tercatat sudah  diserap oleh 2.941 debitur KUR dan itu kecenderungannya terus akan mengalami peningkatan jumlah seiring dengan sosialisasi di lapangan. Dari jumlah tersebut, sektor pertanian ini mengantongi plafond Rp 65.224.200.000 dan baki debet Rp 52.529.777.130.
Selain pertanian, serapan KUR yang juga tidak kalah besarnya adalah datang dari sektor peternakan. Periode yang sama, pihaknya mencatat sektor peternakan di Tabanan diserap oleh 7.071 debitur dengan plafond mencapai Rp 171.323.600.000, dan baki debet Rp 125.885.795.109. Di sisi lain, sektor perikanan hanya diserap oleh 93 debitur, sekaligus jadi sektor terendah penyerap KUR selama ini.
Sementara itu, periode yang sama Bank BRI Cabang Tabanan mencatat dari total enam sektor usaha penyerap KUR, tertinggi untuk serapan KUR di isi oleh sektor perdagangan dengan debitur mencapai 11.861. Dari jumlah tersebut mengantongi plafon Rp 331.832.151.125, dan baki debet mencapai Rp 201.681.405.077.
Kepala Bidang Ekonomi Setda Kabupaten Tabanan yang sekaligus menjadi tim monitoring dan evaluasi pelaksanaan KUR, I Gusti Putu Ekayana mengungkapkan, tahun ini KUR oleh pemerintah difokuskan disalurkan pada sektor produksi. Katanya, di Kabupaten Tabanan sektor produksi yang dimaksud adalah salah satunya pertanian secara umum. 
“Nampaknya petani di Tabanan juga sudah banyak memanfaatkan KUR, dan kami berencana akan terus melakukan sosialisasi terkait KUR dengan menyasar OPD yang terkait dengan usaha sektor produksi. Sekaligus upaya untuk memadukan KUR dengan upaya pengendalian Inflasi daerah,” tegasnya.*man