Harga Ayam Potong Membaik, Peternak Harapkan Pemerintah Lakukan Ini

Tabanan (Bisnis Bali) –
Sempat diperdagangkan pada kisaran Rp 7.500 per kg-Rp 8.000 per kg ditingkat peternak pada akhir pekan lalu, kini harga ayam potong berangsur-angsur membaik dengan berada dikisaran Rp 19.500 per kg. Meski harga membaik, kondisi tersebut belum menguntungkan mengingat masih di bawah break event point (BEP).
Salah seorang peternak ayam potong di Desa Tunjuk, I Wayan Sukasana, Tabanan, Rabu (3/7) mengungkapkan, sejak tiga hari terakhir harga ayam potong di tingkat peternak sudah mulai membaik. Akuinya, kenaikan tersebut merupakan upaya atau dorongan dari para peternak melalui organisasi Pinsar Bali untuk berinisiatip menaikan harga. Sebab, para peternak sudah banyak menaggung rugi sebelumnya, dan upaya tersebut dilakukan karena melihat perkembangan harga ayam potong di Jawa yang sudah lebih dulu naik, karena dorongan dari para peternak di sana.
“Di sisi lain, jika upaya menaikan harga itu tidak dilakukan, ditakutkan nanti malah akan berdampak buruk pada harga dipasaran. Sebab, harga yang murah akan membuat peternak mengurangi populasi. Akibatnya, nanti dengan populasi yang sedikit, maka harga ayam justru bisa jadi melambung tinggi nantinya,” tuturnya.
Jelas Sukasana, saat ini harga ayam potong di tingkat peternak berada dikisaran Rp 18.000-Rp 19.500 per kg, setelah sebelumnya mengalami lonjakan secara bertahap. Katanya, meski harga sudah pulih, kondisi tersebut tidak serta merta disambut gembira peternak mengingat harga masih di bawah BEP. Yakni, Rp 20.500 per kg ditingkat peternak.
Bercermin dari itu pula sambungnya, para peternak berharap agar kenaikan harga ayam potong ini bisa terus berlanjut hingga berada dikisaran ideal. Yakni, hingga dikisaran Rp 23.000 per kg ditingkat peternak atau berada sedikit di atas patokan BEP saat ini.
“Kami juga tidak mau harga ini naik terlalu tinggi. Sebab, kami juga tidak mau konsumen terbebani dengan harga yang terlalu mahal. Terpenting, peternak bekerja dan bisa mendapat untung, walau tipis,” tandasnya.
Tambahnya, dengan kondisi harga ayam potong yang kembali menguat, pihaknya berharap agar pemerintah dalam ikut menjaga stabilitas harga bisa membuat check point di penyebarangan Gilimanuk. Tujuannya adalah untuk memantau atau membatasi masuknya pasokan ayam dari luar ke Bali, sehingga tidak menambah populasi ayam di Bali yang pada akhirnya berdampak pada anjloknya kembali harga jual.
“Pembuatan Check point tersebut tentunya dengan melibatkan pihak Karantina, Dinas terkait, Pinsar Bali dan dari pihak Kepolisian,” tegasnya.
Hal senada juga diungkapkan Ketut Karma. Kata dia, harga ayam potong di tingkat peternak sudah mulai mengalami lonjakan. Harapannya, agar lonjakan tersebut bisa berlanjut, paling tidak bisa berada di atas kisaran BEP pada sektor usaha ternak ayam potong.
“Dangan harga yang bergairah, kami pun juga bisa kembali memutar modal usaha. Khususnya. untuk pembelian pakan yang harganya memang cukup mahal,” kilahnya.*man