Ombak Besar, 42 Jukung Hias di Festival Yeh Gangga Gagal Melaut

Tabanan (Bisnis Bali) –
Ombak besar mewarnai ajang Festival Yeh Gangga membuat 42 dari total 46 jukung hias yang direncanakan terlibat dalam parade di acara pembukaan, gagal melaut pada Sabtu (22/6). Betapa tidak, ketinggian ombak di wilayah pantai selatan Kabupaten Tabanan tersebut mencapai 8 meter, sehingga berisiko tinggi untuk melaut.
Salah seorang nelayan di pantai Yeh Gangga yang sekaligus menjadi peserta pada parade jukung hias, Nyoman Naja mengungkapkan, parade jukung hias merupakan salah satu kegiatan yang digelar serangkaian festival Yeh Gangga pada tahun ini. Imbuhnya, parade jukung hias tersebut di ikuti oleh seluruh nelayan yang ada di kawasan pantai di selatan Kabupaten Tabanan, jumlahnya total mencapai 46 jukung.
“Namun karena ombak besar yang mencapai 8 meter, parade jukung hias yang digelar pada pembukaan festival, hanya diikuti oleh 4 jukung saja, sedangkan 42 jukung hias lainnya tidak melaut,” tuturnya yang juga merupakan salah satu peserta yang memilih tidak laut.
Padahal jelas Naja, persiapan untuk mengikuti parade jukung hias ini sudah dilakukan sejak dua hari sebelum ajang festival digelar. Selain itu, setiap peserta juga diberikan bantuan dana dari panitia hingga Rp 150 ribu untuk biaya mengias pada parade jukung hias yang baru kali pertama digelar di ajang festival Yeh Gangga. Meski gagal ikut melaut akuinya, menyambut baik kegiatan festival Yeh Gangga, khususnya yang melibatkan nelayan dalam ajang parade jukung hias, mengingat memberi dampak positip pada meningkatnya angka kunjungan ke Yeh Gangga sekaligus berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga nelayan di kawasan Yeh Gangga.
Sambungnya, ombak besar yang terjadi di kawasan pantai Yeh Gangga sudah berlangsung sejak tiga minggu terakhir. Akuinya, kondisi itu pula membuat pendapatan nelayan Yeh Gangga yang sebagian besar bergantung pada tangkapan lobster menjadi menurun.
”Kini dengan kondisi ombak yang besar, ia hanya bisa mengisi kegiatan dengan membuat bubu (alat tangkap lobster), dan juga kegiatan di sawah,” kilahnya.*man