Denpasar (Bisnis Bali) – Deputi Bidang Pengembangan SDM, Kementrian Koperasi dan UKM RI, Rully Nuryanto, SE. ,M.Si., beberapa waktu lalu di Sanur Denpasar mengatakan, Kementerian Koperasi dan UKM RI tengah menggenjot pembentukan koperasi di sektor ekonomi kreatif dan komunitas – komunitas, salah satunya Komunitas perfilman. Komunitas – komunitas yang lain juga diharapkan bisa bergeliat dan tumbuh, menjadi sokoguru perekonomian masyarakat.
Koperasi sudah mulai berkembang di sektor – sektor ekonomi kreatif. Karenanya Kemenkop dan UKM terus melakukan sosialisasi dan melakukan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang perkoperasian. “Seperti pelatihan untuk komunitas perfilman, yang sudah dilakukan bahkan langsung dibentuk koperasi perfilman di Cilacap, Solo, Padang Sumatera Barat dan Medan Sumatera Utara. Untuk di Bali ini saya harapkan juga bisa langsung terbentuk koperasi perfilman yang anggotanya dari insan perfilman dan pertelevisian,” tandasnya.
Rully berharap,  koperasi dari sektor dan komunitas lain yang berbasis di bidang ekonomi kreatif  juga akan berkembang.  “Kedepan kita ingin mengajak komunitas – komunitas atau insan-insan yang bergerak di bidang ekonomi kreatif termasuk perfilman ini untuk bersama-sama membangun koperasi. Kalau kita ingin bersama-sama mengembangkan potensi yang kita miliki secara bersama-sama kemudian menikmati hasilnya secara bersama-sama, ya  koperasi jawabannya,” ucapnya.
Saat ini baru dikembangkan di 5 titik tadi, dengan melakukan pelatihan sambil mendorong pengembangan koperasi di kalangan komunitas itu. “Karena nanti akan terus berkembang ke daerah lain, sambil kita lihat perkembangannya. Kalau menurut saya peminatnya nanti akan terus berkembang,” tukasnya.
Jadi di tiap daerah diberikan pelatihan kepada 30 orang insan perfilman, yang diharapkan  bisa menggetok tularkan ilmu atau pengetahuan yang mereka dapat di pelatihan ini ke komunitas-komunitas mereka dan melakukan sinergi.
“Jadi kami harapkan kedepan tidak hanya di komunitas perfilman, namun berkembang ke komunitas- komunitas lainnya terutama yang bergerak di sektor kreatif,” pungkasnya. *pur/editor rahadi