Bibit Jeruk Tong Heng Teknik Okulasi lebih Genjah 

BIBIT jeruk tong heng sudah mulai banyak dipasarkan di Bali. Namun konsumen harus jeli memilih bibit yang berkualitas, khususnya yang dibuat dengan teknik okulasi.

Bibit jeruk tong heng di Bali harganya masih tergolong tinggi yaitu mulai Rp150 ribu. Ir. Yayuk Suryati, penjual tanaman di  kawasan Sanur Denpasar mengatakan bibit memang masih dibuat di luar Bali karena tanaman ini masih langka di Bali sehingga pembibitan masih dilakukan di luar Bali.

“Bibit yang lebih bagus adalah yang dibuat dengan cara okulasi (tempel). Kalau bibit dengan cara okulasi ini, memang akarnya akan lebih kuat dan tanaman akan lebih tahan terhadap penyakit,” tuturnya. Selain itu keunggulannya adalah tanaman lebih genjah (rajin berbuah). Umur dua tahun dari proses okulasi bibit sudah bisa berbuah.

“Tetapi kelemahannya, terkadang pembeli tidak merawatnya dengan benar sehingga bibit tong heng yang ditempel malah mati dan bibit jeruk batang bawah yang malah tumbuh,” tukasnya. Hal tersebut kerap membuat konsumen kecewa dan menganggap telah ditipu penjual.

“Cara merawat bibit dari okulasi yaitu bila tumbuh tunas di bawah tempelan maka tunas tersebut harus di buang. Kalau itu dibiarkan, tunas unggul yang ditempel di atasnya akan mati dan bibit akan menjadi jeruk biasa,” tandasnya. (pur)