I Wayan Wintanaya, Tanggung Jawab dalam Pengabdian

PADA awal pendirian sebuah lembaga keuangan milik desa pakraman yang kita kenal dengan LPD, bukan menjadikan sebuah karir yang menjanjikan bagi sebagain orang kala itu, karena didasari atas pengabdian. Namun demikian ketulusikhlasan dan keinginan untuk mengembangkan lembaga keuangan yang bertujuan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat ini terus diniatkan oleh pengurus yang membuat LPD terus eksis hingga saat ini.

Hal tersebut juga dilakukan oleh Kepala LPD Desa Pakraman Tunjuk I Wayan Wintanaya, S.E ketika diberi amanat untuk bergabung menjadi kepala LPD sejak 2006 silam. Pria yang sebelumnya merupakan karyawan di sebuah hotel di Bali ini benar-benar merasakan bagaimana membangun LPD kembali yang sempat terpuruk. Tentu dengan upah yang jauh dari penghasilannya di hotel kala itu.

Namun diakuinya, bukanlah sebuah beban ketika dirinya memilih selesai dari pekerjaannya di hotel, karena dia memang lebih memilih untuk berwirausaha di kampung halamannya. “Selesai di hotel saya memelihara ternak pada tahun 2003 dan tahun 2006 saya diajak ke LPD,” tuturnya.

Saat masuk dan dipercaya sebagai kepala LPD, dirinya sangat awam yang namaya ekonomi. Namun karena rasa tanggung jawab yang dimiliki begitu besar untuk memajukan lembaga ini, dirinya pun dengan gigih belajar. “Kala itu saya memiliki teman yang menjadi direktur sebuah Bank. Di sana saya belajar selama tiga bulan, yang memberikan saya banyak pemahaman soal pengelolaan lembaga keuangan,” jelasnya sembari mengatakan setelah itu pun dia melanjutkan pendidikan mengambil jurusan ekonomi.

Di awal mengelola LPD dia dibebani keberadaan kredit macet hingga Rp225 juta dan uang kas yang saat itu hanya Rp43 juta. Sebuah semangat dan kerja ekstra yang harus dilakukannya. Karena dirinya harus bekerja siang dan malam. “Pagi kami bekerja di LPD, sore kami ke rumah-rumah warga untuk menangani permasalahan kredit macet,” ujarnya.

Dengan rasa tanggung jawab yang dimilikinya, serta semangatnya untuk membesarkan LPD, membuat LPD Desa Pakraman Tunjuk tetap bisa berdiri hingga saat ini dengan aset yang dikelola Rp29 miliar serta laba yang diperoleh tahun 2018 yaitu Rp721 juta. Berbagai kontribusi yang mampu diberikan LPD untuk masyarakat desa pakraman pun menjadi sebuah kebanggaan baginya yang telah menjadikan LPD sebagai tumpuan perekonomian masyarakat. *wid/editor rahadi