Jelang Saraswati, Kebaya Jadi tetap jadi Pilihan

MESKI tidak setinggi permintaan saat hari raya Galungan, menjelang Hari Raya Saraswati permintaan busana adat khususnya kebaya jadi mengalami peningkatan. Kebaya jadi tetap menjadi pilihan konsumen, karena praktis dan harga cukup terjangkau.

Beberapa tahun belakangan tren kebaya jadi memang menguasai pasaran. “Kebaya jadi dari waktu ke waktu tetap tinggi peminat, karena memang lebih praktis ya, ketimbang membeli bahan kain kemudian dijahit. Kalau jahit biasanya harus menunggu lama, sedangkan membeli kebaya jadi praktis bisa langsung pakai,” tutur Putu Dona Engelia,DAH., pemilik Dona Kebaya Bali Jl. Griya Anyar, Banjar Kajeng, Pemogan, Denpasar Selatan.

Selain praktis bila dibandingkan membeli bahan kain kemudian dijahit dengan membeli kebaya jadi, harganya bisa lebih hemat dua kali lipat. Karenanya tren kebaya jadi tetap bertahan. “Kebaya jadi tetap tinggi peminat, karena setiap saat kami buat dan keluarkan motif terbaru. Jadi tidak monoton, sehingga konsumen tidak jenuh melihat motif itu – itu saja,” tandasnya Rabu (8/5) di Denpasar.

Untuk bahan, Brokat Semi Italy tetap mendominasi permintaan. Harga yang bersaing dan kualitas yang disinyalir lebih unggul dari brokat jenis lainnya, membuat semi italy makin diminati. “Makanya saya lebih banyak membuat kebaya jadi dari semi Italy. Setiap saat ada motif baru dan tren warna juga selalu ada yang baru,” tukasnya.

Dikatakan, peningkatan penjualan sudah terasa sekitar dua Minggu sebelum Hari Raya Saraswati. “Peningkatan sekitar 40%. Peningkatan tersebut juga karena terpengaruh  SK Gubernur Bali yang hari kamis harus pake busana adat,” paparnya.

Terkait model kebaya, dikatakan masih pada model kutubaru bedlipat dan bedklim. “Model kutubaru selalu jadi favorite karena tidak pernah ketinggalan jaman. Yang berubah paling kain bahan kebaya dan juga aksesorisnya, seperti Payet atau bordir,” ungkapnya. Kebaya kutubaru dengan lengan panjang lebih diminati saat ini.

Sementara itu terkait warna yang best seller dikatakan masih pada tembaga tua dan  muda. Meski masih banyak ada tren warna baru yang beredar seperti hijau telur asin, green coffee, hijau army, skin dan gading sandat. “Itu warna – warna yang lagi hitz sekarang. Makanya warna ini sangat diburu konsumen dan paling banyak kami sediakan,” ucapnya.

Ditambahkan untuk kebaya dengan payet masih tetap tren. Untuk harga kebaya ini harganya lebih tinggi yaitu  Rp270ribu, sedangkan kebaya jadi tanpa payet Rp150 ribu. “Harga ini sangat terjangkau, karena jahitannya rapi dan dikerjakan penjahit Bali,” pungkasnya.*pur/editor rahadi