Semarapura (Bisnis Bali) – Aset LPD Jumpai, Klungkung hingga April 2019 telah menembus Rp21 miliar atau meningkat dibandingkan akhir 2018 mencapai Rp20 miliar. Peningkatan aset ini membuktikan tingkat partisipasi dan kepercayaan masyarakat terhadap LPD makin meningkat.
“Kepercayaan dan dukungan masyarakat terhadap LPD tak tergantikan,” kata Pemucuk LPD Jumpai, I Nengah Susarma di sela-sela pelaksanaan HUT LPD ke-29 tahun serta Gebyar ke-5 kalinya sukses dilaksanakan dengan hadiah utama satu unit Yamaha Lexi yang berlangsung di Balai Banjar Kawan Desa Jumpai, Klungkung, Minggu (5/5). 
Ia mengatakan salah satu tolak ukur keberhasilan LPD adalah bagaimana keberadaanya memberikan asas manfaat terhadap desa adat serta masyarakat itu sendiri. Apalagi sejak ada Gebyar LPD yang sudah kali kelima digelar makin memantapkan kinerja LPD. Itu terlihat dari pembekuan laba LPD mencapai Rp777 juta dan yang menjadi hak desa adat sebesar 20 persen (tahun ini mencapai Rp 155  juta lebih) dan dana tersebut sepenuhnya diserahkan ke desa adat untuk pembangunan di dua banjar baik untuk Prahyangan, Pawongan dan Palemahan.
Pelaksanaan HUT LPD Jumpai tahun ini diawali dengan jalan santai yang diikuti oleh seluruh masyarakat Jumpai di 2 banjar dimeriahkan puluhan doorprize.
LPD Jumpai dikatakan Susarma berdiri sejak 1990 dengan modal awal Rp 5 juta. Selama perjalanannya, LPD Jumpai menyalurkan kredit mencapai Rp 13,6 miliar.
“Program yang sudah berjalan adalah setiap Puja Wali Saba, LPD memberikan 2 ekor babi. Kita juga memberikan santunan setiap Krama Jumpai yang meninggal dunia Rp 1 juta. Kita berharap di usia 29 tahun LPD Jumpai semakin dipercaya masyarakat. Kita juga memberikan kredit kepada para generasi muda yang ingin berangkat ke kapal pesiar dan kita siap membantu memberikan kredit,” jelasnya.
Koordinator LPLPD Klungkung, I Wayan Sumerta sangat mengapresiasi pelaksanaan Gebyar LPD dan juga HUT LPD ke-29. Hal ini tentunya berkat kerja keras para pengurus LPD yang didukung sepenuhnya oleh perangkat desa adat serta yang lebih penting didukungan seluruh masyarakat Jumpai, sehingga LPD makin dipercaya masyarakat.
“Dari peringkat LPD Jumpai masuk 10 besar LPD terbaik di Kabupaten Klungkung. Tentunya prestasi ini agar dapat dipertahankan,” ujar Sumerta.
Sementara itu Bendesa Adat Jumpai, I Wayan Marpa, S.E. mengaku sangat bangga atas kinerja para pengurus LPD pada 2018 yang didukung tiga hal. Pertama, dengan dukungan dan partisipasi masyarakat. Kedua, adanya dukungan pengurus LPD dengan keterbukaan dan kejujuran. Ketiga, adanya pembinaan yang rutin dilakukan olah pemerintah yakni koordinator LPLPD.
“Jika ini dilakukan, LPD pasti maju,” paparnya.
Dia berharap, ke depannya kepercayaan masyarakat akan terus meningkat sehingga LPD kian maju, begitupun masyarakat Jumpai akan makin sejahtera. Keuntungan LPD semakin meningkat, maka pembangunan di desa adat juga lancar.
“Kita juga mengapresiasi atas dana pembinaan yang diberikan LPD untuk sekaa gong anak-anak sebesar Rp 4 juta. Oleh karena itu saya berharap dukungan seluruh masyarakat Jumpai dalam memanfaatkan program unggulan di LPD,” harapnya.*rls