Tabanan (Bisnis Bali) – PT Jamkrida Bali Mandara (JBM) menyerahkan klaim secara langsung kepada ahli waris dari nasabah LPD Beraban, Kediri, Tabanan senilai Rp250 juta. Ini sebagai bentuk rasa aman yang diberikan kepada nasabah LPD dari penjaminan kredit.

Kabag Penjaminan Kredit PT JBM, I Made Gede Budi Dwipayana mengatakan proses penyerahan klaim terhadap nasabah di LPD Beraban membutuhkan waktu 10 hari kerja. Ini merupakan bentuk komitmen JBM dalam memberikan pelayanan yang terbaik pada nasabah. Ia pun berharap dengan adanya penyerahan klaim dari Jamkrida yang merupakan perusahaan penjaminan kredit milik masyarakat Bali akan membuat kepercayaan masyarakat terhadap LPD Beraban makin meningkat.
“Jika terjadi risiko seperti meninggal dunia sudah ada Jamkrida, di samping itu kita mewakli perusahan mengucapkan terimakasih pada LPD Beraban atas kepercayaannya selama ini semoga ke depannya kerjasamanya tetap terjalin,” katanya.
Trisna Kameswara, selaku CGO yang bertugas di Kecamatan Kediri mengungakpakan sangat mengapresiasi atas kepercyyaan seluruh LPD di Tabanan yang sudah mempercayakan penjaminan kreditnya di JBM. Jumlah LPD yang sudah bekerja sama di Jamkrida hingga Maret 2019 telah mencapai 65 LPD.
Sementara itu Pemucuk LPD Beraban, I Made Suardika, S.E. mengungkapkan sangat mengeparesiasi atas kecepatan pelayanan klaim dari Jamkrida terhadap nasabah. Pembayaran klaim ini akan membuat nasabah yang sudah meninggal dunia, terutama keluarga yang ditinggalkan bisa tenang dan nyaman, tidak terbebani utang.
“Semoga dengan adanya kerjasama dengan JBM dalam hal penjaminan kredit akan lebih membuat kepercayaan mayarakat terhadap LPD dan juga JBM makin meningkat, sehingga krama tidak ada lagi ragu dalam memanfatkan kredit di LPD,” paparnya.
Ahli waris I Putu Ekayana mengungkapkan sangat berterimakasih atas klaim yang sudah diterima. Adanya penjaminan kredit di LPD Beraban sangat besar manfaatnya terutama selaku peminjam kredit dengan risiko.
“Padahal kami meminjam kredit di LPD baru 1 bulan lalu senilai Rp250 juta dan tejadi risiko meninggal dunia,” jelasnya.*dik