Gianyar (Bisnis Bali) – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sari Parama Dana siap menuju koperasi provinsi berbasis online atau masuk era global revolusi 4.0.
Seperti dikatakan Pengelola KSP Sari Parama Dana I Made Diarsa, SP. “KSP Sari Parama Dana yang beralamat di Dusun Semaon, Desa Puhu Kecamatan Payangan Kabupaten Gianyar, siap mengisi peluang dan menghadapi tantangan ke depan pada era global revolusi 4.0,” katanya.

Itu dilakukan lewat perubahan kecepatan, kemudahan dan lainnya yang menjadi perhatian utama agar memunculkan peluang untuk berkarya dan bekerja sebagai tantangan. Terbukti koperasi ini telah melaksanakan kewajiban aturan perundang-undangan berupa Rapat Anggota Tahunan yang dilaksanakan pada 16 Februari 2019.

Ketua Pengurus Drs. I Made Sila, M.Pd. mengatakan perkembangan koperasi yang sebelumnya bernama KSU Parama Dana selama 10 tahun sejak berdiri pada 2018 sangat baik. Terbukti jumlah anggota dari 25 orang dengan modal simpanan pokok Rp1 juta per orang, simpanan wajib Rp10.000 serta modal awal Rp25.250.000, kini saat tutup buku 2018 jumlah aset menembus Rp7,1 miliar dengan SHU Rp255 juta. Jumlah anggota 275 orang dengan sebaran di enam kabupaten di Bali yaitu Gianyar 223 orang, Bangli 24 orang, Kodya Denpasar 21 orang, Badung 5 orang, Jembrana 1 orang dan Buleleng 10 orang.
“Koperasi kami berdiri sesuai prinsip koperasi dari anggota oleh anggota dan untuk anggota, dengan moto koperasi sebagai soko guru perekonomian dari anggota dan anggota untuk anggota,” katanya.
Diakui koperasi juga menekankan kepercayaan, pelayanan dan kebersamaan bersama anggota menuju sejahtera. Bertitik tolak dari hal itu, kata dia, pada tahun ini pihaknya berupaya untuk menuju koperasi provinsi berbasis online yaitu melalui perubahan anggaran dasar (PAD) agar peluang koperasi untuk berkembang lebih luas dan tidak melanggar perundang-undangan dan peraturan koperasi yang ada.
Pihaknya mengakui ada tiga hal perubahan yang mendasar yaitu perubahan dari KSU Parama Dana menjadi KSP Sari Parama Dana. Wilayah kerja dari kabupaten Gianyar menjadi se kabupaten/kota provinsi Bali.
Simpanan pokok dari Rp1 juta menjadi Rp100.000 per orang.
Semua persyaratan dan kriteria telah mampu terpenuhi secara administrasi sehingga per 23 April 2019 telah merubah SK Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI puti Bidang Kelembagaan nomor 001033/PAD/M.KUKM.2/IV/2019 menjadi KSP Sari Parama Dana yang dikuatkan dengan akta PAD notaris inti Sariwati Notaris Kota Denpasar.
Hadir pada kesempatan itu Dinas Koperasi dan UKM Bali, Kadis Koperasi dan UKM, Ketua Dekopinda Gianyar, Perbekal Puhu, Bendesa Kepala Dusun dan Kelian Adat Pakraman Semaon. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bali yang diwakili oleh Kasi Penyuluhan Nyoman Kartika, S.H. menyampaikan, patut berbangga menjadi anggota koperasi khususnya KSU Parama Dana.
Begitu pula disampaikan Dinas Koperasi dan UKM Gianyar I Dewa Putu Mahayasa S.H., M.H. sangat mengapreasiasi atas keinginan jajaran pengurus untuk bisa naik kelas, naik jenjang dari koperasi binaan kabupaten Gianyar menjadi koperasi binaan provinsi Bali. Ini tentunya membuat wilayah kerja lebih luas meliputi sekabupaten/kota se-Bali.
Lebih lanjut jumlah koperasi di Gianyar mencapai 1.222 koperasi, salah satunya KSP Sari Parama Dana yang telah mampu menunjukkan dedikasi untuk melakukan RAT dan PAD.


Sementara itu Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah Gianyar atau Dekopinda I Ketut Saban, S.E. menyampaikan harapan yang sama dengan menekankan pengawasan dan fungsi pengawas intern yang lebih mampu menunjukkan peran untuk perkembangan koperasi ke depannya.
Harapan yang sama juga disampaikan oleh Perbekel Puhu I Gede Berata Aginawa, S.H., ke depan agar koperasi makin berkembang dan mampu menunjukkan kualitas sebagai jati diri koperasi dan anggota mampu terlayani.*dik