Mangupura (Bisnis Bali) – STIKOM Bali menggelar wisuda ke-24 di Bali Internasional Convention Center (BICC) Nusadua, Sabtu (27/4) lalu. Kali ini diwisuda sebanyak 333 mahasiswa, terdiri dari Sarjana Komputer (S.Kom) Prodi Sistem Komputer sebanyak 126 orang, Sarjana Komputer Prodi Sistem Informasi sebanyak 202 orang, dan Ahli Madya Komputer (A.Md.Kom) Prodi Manajemen Informatika sebanyak 5 orang.

Ketua STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan mengungkapkan, dengan pelaksanaan wisuda kali ini  STIKOM Bali sejak berdiri 10 Agustus 2002 silam telah menghasilkan lulusan  sekitar 6.000 orang. Para alumni tersebar di berbagai bidang pekerjaan, baik sebagai PNS, swasta, BUMN, pengusaha muda di bidang startup dan industri kreatif lainnya. Tak hanya itu, ada pula yang bekerja di luar negeri seperti Jerman, Korea, Jepang, Australia dan Malaysia. “Hal ini sangat menggembirakan dan membanggakan karena cita-cita kami agar lulusan bisa go internasional sudah terwujud meski prosentasenya masih kecil,” ungkap Dadang.

Sementara Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti yang menaungi STIKOM Bali, Prof. Dr. I Made Bandem, MA menilai kiprah STIKOM Bali hingga terkenal sekarang ini adalah berkat kerja sama yang harmonis antara pengurus yayasan, manajemen, dosen, karyawan, mahasiswa, alumni dan tentu saja kepercayaan yang sangat besar dari masyarakat Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya.

“STIKOM Bali kini bukan lagi menjadi kebanggan masyarakat Bali saja melainkan Indonesia. Ini dibuktikan oleh mahasiswa dan alumni kita yang telah menorehkan prestasi nasional sehingga diundang oleh industri ICT terkenal di luar negeri,” kata Bandem, sembari menyebut prestasi dua mahasiswa yang ikut diwisuda yakni Gusti Made Surya Dwipayana yang diundang oleh kantor pusat LINE di Tokyo, Jepang dan Wayan Dharmana diundang oleh kantor pusat Erricsson di Swedia, serta Kadek Yushida dkk (pengelola jarvis.com) yang sudah lulus diundang ke kantor pusat Google di Amerika Serikat beberapa tahun lalu.

Menurut Bandem, pihak yayasan akan terus mendukung program kerja manajemen STIKOM Bali. Termasuk pengiriman mahasiswa untuk mengikuti Internship Program ke luar negeri, seperti yang sedang berlangsung di Taiwan serta negara lainnya yang telah diprogramkan. Melalui Internship Program selama setahun ini, pihaknya ingin lebih banyak mahasiswa STIKOM Bali berkesempatan menimba pengalaman kerja di industri ICT terkenal di luar negeri.

“Bahkan bagi mahasiswa  aktif tapi mengalami kendala biaya kuliah, kami memberi kesempatan kepada mereka untuk mengikuti program magang kerja di Jepang selama 3 tahun. Saat ini puluhan anak muda Bali dan daerah lain, sudah kami kirim melalui LPK Darma STIKOM Bali Group untuk mengikuti magang di Jepang. Selama di Jepang, mereka tetap mengikuti perkuliahan melalui e-learning sehingga kuliahnya tidak putus. Di Jepang, mereka bekerja di perusaahan roti, industri makanan, minuman, pengolahan daging dan ikan, pengecatan logam, pertanian sayur, ayam petelur dan lainnya dengan gaji sekitar Rp20 juta per bulan,” imbuh Bandem.

Pada kesempatan ini Bandem juga memaparkan bahwa dalam upaya pengembangan, STIKOM Bali berencana meningkatkan status dari sekolah tinggi menjadi institut, dengan nama Institut Teknologi dan Bisnis. Saat ini sedang proses dan menunggu keluarnya Surat Keputusan (SK). Menanggapi hal tersebut, Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc, Ph.D berjanji akan segera mengeceknya dan mendorong supaya SK tersebut cepat keluar. Sementara Kepala L2Dikti Wilayah VIII Bali Nusra Prof. I Nengah Dasi Astawa berharap SK Institut Teknologi dan Bisnis sudah turun dalam waktu dua bulan ke depan. *dar/editor rahadi