Mampu Sedot Kunjungan, THF jadi Ajang Promosi bagi UKM

Di ajang THF, Megawati didampingi Bupati Eka sempat meninjau sejumlah stan UKM

Tabanan (Bisnis Bali) –
Digelar dua hari ajang Tabanan Harmoni Festival (THF) tak hanya jadi momen untuk membumikan Pancasila, ajang tersebut juga jadi peluang bagi para UKM untuk berpromosi sekaligus membuka pangsapasar baru. Kondisi tersebut sejalan dengan festival yang kali pertama digelar tersebut dan diwarnai beragam atraksi seni budaya mampu menyedot angka kunjungan.
Salah satu pelaku UKM Tabanan yang membuka stan di ajang THF, Wayan Budiarta, di area Garuda Wisnu Serasi (GWS) Tabanan, Sabtu (27/4) mengungkapkan, ajang THF memberi berkah tersendiri. Betapa tidak akuinya, dari ajang THF berpeluang akan menopang usahanya, mengingat dari ajang tersebut mampu meningkatkan angka penjualan seiring dengan ramainya jumlah kunjungan. Selain itu, pihaknya juga mendapatkan konsumen baru, sehingga pangsapasar dari penjualan akan makin bertambah luas.
“Dua hari berjualan di ajang THF rata-rata bisa mengantongi penjualan hingga puluhan botol per hari. Konsumen yang datang, selain merupakan konsumen tetap, beberapa juga merupakan konsumen baru yang ingin mencoba dari produk herbal,” tuturnya yang merupakan produsen dari produk herbal berbahan kelapa.
Jelas Budiarta asal Br. Munduk Ulan, Desa Tegal Mengkeb Kabupaten Tabanan ini, pohon kelapa yang banyak di budidayakan di Bali memiliki kandungan penting untuk kesehatan tubuh, mengingat ada banyak unsur menyehatkan. Akuinya, untuk membuat obat herbal, pihaknya menggunakan bahan baku dari 19 jenis kelapa. Diantaranya, kelapa sudamala, kepala julit, kelapa salak, dan kelapa mulung.
“Dari gabungan 19 jenis kelapa tersebut mampu menyembuhkan penyakit, seperti gejala struk, asam urat, sakit kepala hingga kencing manis. Cara kerjanya hanya cukup dioleskan saja pada bagian yang sakit,” ujarnya.
Sementara itu, sebelumnya saat pembukaan THF pada Jumat (26/4) di sisi dengan pentas seni budaya dari perwakilan enam agama. Kegiatan yang berlangsung penuh dengan suausana damai tersebut dihadiri Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Raja Tabanan Ida Cokorda Anglurah Tabanan, Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Ny. Bintang Puspayoga, Putri dari Kyai Haji Ma’ruf Amin, Siti Makrifah, Plt Ketua Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono, Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya dan sejumlah unsur intansi mulai dari Ombudsman, tokoh agama di Bali dan sejumlah pimpinan media di Bali.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan Pidato Kebangsaan oleh Megawati Soekarno Putri yang diwakili oleh Plt. BPIP Hariyono, mengatakan dalam catatan sejarah Bali adalah tanah kelahiran Ibunda Proklamator RI, Soekarno.
“Bung Karno mengatakan Pancasila tidak hanya sebagai dasar negara dan meja statis yang menyatukan semua elemen Bangsa Indonesia tetapi Pancasila juga sebagai alat pemandu bangsa dimana nilai-nilainya menuntun bangsa Indonesia menjadi lebih adil dan sejahtera,” ujar Hariyono.
Ia melanjutkan hendaknya THF ini menjadi refleksi dan menuntun bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Terlebih baru-baru ini bangsa Indonesia baru saja menggelar Pemilu yang memilih Presiden dan Legislatif. Usai perhelatan yang berjalan aman tersebut hendaknya perbedaan yang terjadi karena pilihan dikembalikan identitasnya sebagai warga negara Indonesia yang berdemokrasi.
Sebelumnya Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, mengatakan tujuan diselanggarakan THF yaitu untuk membumikan dan menegakkan Pancasila sebagai ideologi negara dan menyatukan perbedaan di bawah naungan NKRI serta menegakkan rasa kebersamaan. Ia mengharapkan THF ini akan menginspirasi daerah lain untuk menggaungkan kerukunan di masyarakat.
“Saya berharap Tabanan bisa menggaungkan kerukunan di daerah lain. Sebab, meski Tabanan daerah kecil diharapkan selalu berprestasi karena kerukunannya,” tegasnya.
Pidato kebangsaan juga dibawakan oleh Kyai Haji Ma’ruf Amin lewat video. Ia mengatakan Pancasila adalah titik temu dan menyatukan elemen bangsa Indonesia yang banyak dan beraneka ragam. “Pendiri bangsa memikirkan cara untuk menyatukan perbedaan dan keragaman itu dan Pancasila adalah solusinya. Karenanya Pancasila harus menjadi perekat dan inspirasi dalam kehidupan,” ujarnya.
Acara THF kemudian dilanjutkan dengan deklarasi membumikan Pancasila yang dilakukan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tabanan dan diisi acara hiburan yang berasal dari seni budaya dari enam agama yang ada di Indonesia. Acara diakhiri oleh penampillan band lokal Bali. Yakni, Joni Agung and Double T.*man