JANGER - Salah satu penampilan peserta lomba Janger Menyali.

Singaraja (Bisnis Bali) – Guna melestarikan serta sebagai wahana sosialisasi dan pelestarian budaya tari di Bali Utara, khususnya tarian Janger Menyali yang notabene sebagai tarian khas Buleleng, Pemkab Buleleng melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Buleleng menyelenggarakan lomba tari Janger khas Menyali yang diselenggarakan di Panggung Pekan Apresiasi Seni di Lapangan Bhuana Patra Singaraja, Minggu (21/4) malam.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, S.T., di sela-sela acara mengungkapkan, meski kegiatan perlombaan seni tari sudah sering digelar,  namun khusus untuk kegiatan ini merupakan wujud elaborasi kesenian yang sudah ada di Kabupaten Buleleng dengan mengangkat tarian yang khas dari Menyali l.

Tarian Janger Menyali ini memiliki ciri khas seperti pakem yang identik dengan gaya Menyali. Tarian ini juga berkembang di masyarakat sekitar tahun 1938 sebelum kemerdekaan. Untuk itu, lomba tari Janger Menyali ini dilombakan agar dapat melestarikan kesenian budaya leluhur serta dapat dibangkitkan lagi di masyarakat terutama generasi muda.”Tarian Janger ini memang memiliki gaya tersendiri seperti yang kita lihat pakaian dan tata rias yang khas serta lagunya juga khas perjuangan,” katanya.

Ke depan, ia berharap perlombaan tari Janger Menyali ini dapat melibatkan peserta tingkat SMA/SMK karena tarian ini lebih atraktif serta tarian ini identik dengan pergaulan dewasa. “Kalau bagusnya janger ini dilakukan oleh anak-anak SMA  biar lebih atraktif,” katanya.

Kepala Disdikpora Buleleng, Ir. Gde Darmaja, M.Si., dalam laporannya menyebutkan, ada delapan sekeha Janger mengikuti lomba ini  tingkat SMP se-Kabupaten Buleleng. Lomba Janger Menyali ini dilaksanakan dalam rangka HUT Kota Singaraja ke 415 di Ajang Pekan Apresiasi Seni dan Malam Hiburan Rakyat Lapangan Bhuana Patra Singaraja. Lomba yang dilaksanakan selama 2 hari ini bertujuan untuk upaya kesinambungan dalam proses penggalian, pelestarian dan pembangunan seni sebagai bagian dari pembangunan budaya daerah serta sebagai media pendidikan seni budaya. *ira/editor rahadi