KEWIRAUSAHAAN - Pelatihan kewirausahaan yang digelar Bidang Industri Kerajinan Aneka dan Sandang (Inkas) Disperindag Kota Denpasar, Senin (22/4).

Denpasar (Bisnis Bali) – Dalam upaya meningkatkan soft-skill para pelaku usaha khususnya pengusaha pemula, Bidang Industri Kerajinan Aneka dan Sandang (Inkas) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar menggelar pelatihan kewirausahaan, Senin (22/4). Bertempat di Ruang Rapat Lantai III Disperindag Kota Denpasar pelatihan menyasar 15 pelaku industri kecil menengah (IKM) dan pengusaha pemula Kota Denpasar.

Kepala Bidang Inkas Disperindag Kota Denpasar sekaligus Ketua Panitia Acara Ida Ayu Dewi Citrawati, S.E., M.Si., mengatakan, diadakannya pelatihan teknologi yang memberikan materi terkait teori dan praktik manajemen kewirausahaan ini bertujuan untuk memotiviasi para pelaku usaha pemula agar mampu mengelola usaha yang dimiliki. Terlebih lagi mampu berpikir dan bertindak secara kreatif dan inovatif serta mempunyai keberanian dalam menangkap peluang. “Kami harapkan nantinya para pelaku usaha yang menjadi peserta hari ini mampu menghasilkan inovasi-inovasi baru serta memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup dalam menjalankan bisnisnya,” katanya.

Keberadaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) tetap mampu bertahan di tengah krisis perekonomian yang pernah melanda Indonesia. Hal ini yang menjadi latar belakang penyelenggaraan pelatihan, sebagai salah satu upaya Kota Denpasar mengembangkan keberadaan IKM dengan menyiapkan wirausaha baru yang tangguh, mandiri dan siap dengan tantangan perubahan. Pelatihan ini menghadirkan dua orang pemateri yaitu Drs. IDGN Dharendra dan I Ketut Darta dari Bali Creatif Industri Centre.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perindag Kota Denpasar, Ir. Ida Bagus Anom Suniem, M.M., dalam sambutannya mengatakan, sektor industri yang merupakan salah satu penunjang perekonomian Kota Denpasar harus fokus menggarap industri kreatif dengan memanfaatkan teknologi informasi. “Untuk itu pelaku usaha dan tenaga kerja yang terdapat didalamnya harus memiliki jiwa kewirausahaan agar mampu bersaing,” ungkapnya.

Ia mengatakan, fakta menunjukkan bahwa sebagaian besar pendorong perubahan, inovasi dan kemajuan suatu negara adalah para wisausaha. Oleh karena itu program pemberdayaan industri kecil dan menengah menuju kemandirian melalui pembinaan kewirausahaan dengan harapan para pelaku usaha pemula mampu mengelola usaha dan keuangannya dengan baik. *adv/editor rahadi