BPR - Pelatihan survailen dan sertifikasi kompetensi kerja direksi BPR yang dilaksanakan DPD Perbarindo Bali di Hotel Golden Tulip Denpasar.

Denpasar (Bisnis Bali) – DPD Perbarindo Bali kembali melaksanakan pelatihan survailen dan sertifikasi kompetensi kerja direksi bank perkreditan rakyat (BPR) bertempat di Hotel Golden Tulip Denpasar. Pelatihan ini dibuka oleh Perwakilan dari OJK Bali Nusra, Senin (22/4) diikuti oleh direksi BPR yang ada di Bali maupun di luar Bali serta dihadiri jajaran pengurus DPD Perbarindo Bali.

Sekretaris DPD Perbarindo Bali, Made Suarja di sela-sela kegiatan pembukaan pelatihan mengatakan, kegiatan pelatihan survailen dan sertifikasi kompetensi kerja direksi maupun komisaris sudah  rutin dilaksanakan DPD Perbarindo Bali. Kegiatan pelatihan sertifikasi saat ini diikuti oleh insan BPR dari jajaran direksi dalan rangka meningkatkan sumber daya manusia di industri BPR.

Melalui program peningkatan kualitas SDM BPR, kinerja BPR ke depan bisa lebih baik. BPR bisa sebagai salah satu lembaga di bidang perbankan bisa tetap bersaing dengan bank lainnya.

Suarja memaparkan pelaksanaan kegiatan pelatihan sertifikasi direksi mengacu pada ketentuan dari POJK No.4 tentang Tata Kelola, POJK No.20 tentang Kelembagaan  dan POJK No.44 tentang Sertifikasi Kompetensi BPR. Berdasarkan ketentuan POJK tersebut, pengurus BPR wajib memiliki sertifikasi kompetensi.

Kegiatan pelatihan ini juga diharapkan menjadi media untuk diskusi berbagi pengetahuan serta diskusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi BPR.  Ke depan, BPR diharapkan bisa terus bersaing. “Dengan begitu, BPR mampu melaksanakan pelayanan maksimal kepada para nasabah.

Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan I OJK Bali Nusra, Armen mengatakan, kegiatan pelatihan direksi ini sangat penting dilaksanakan untuk meng-upgrade kompetensi bagi setiap insan BPR. Dengan pelatihan direksi ini akan menambah pengetahuan dan wawasan para insan BPR dalam menghadapi tantangan ke depan. Insan BPR tentunya harus dipersiapkan. Semua insan BPR diharapkan  mempunyai kompetensi. “Kegiatan ini juga sebagai bagian untuk mengatasi permasalahan NPL di BPR yang selama ini mengalani peningkatan,” katanya.

Pelatihan survailen dan sertifikasi kompetensi kerja direksi berlangsung dari tanggal 22 April sampai 3 Mei 2019 dan diikuti 27 peserta dengan menghadirkan narasumber dari pengurus Yayasan DPD Perbarindo Bali dengan materi di antaranya manajemen risiko, analisis keuangan dan non-keuangan, operasional, likuiditas dan kepatuhan, merancang produk jasa layanan dan program pemasaran serta membuat rencana bisnis. *adv/editor rahadi