BPD Bali dan OVO Bersinergi Majukan UMKM

Denpasar (Bisnis Bali) – Bank BPD Bali menjalin kerja sama dengan PT Visionet Internasional (OVO) dalam memperluas penetrasi transaksi nontunai di daerah ini, khususnya bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Penandatanganan kerja sama dilakukan Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma dengan Direktur OVO Johnny Widodo di kantor Bank BPD Bali, Senin (25/2).
Nyoman Sudharma mengatakan dengan adanya kerja sama ini bisa memperluas jaringan UMKM sesuai visi bank yaitu menjadi bank terkemuka dalam melayani UMKM dan untuk mendorong pertumbuhan perekonomian Bali.
“Ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia dalam upaya mendukung gerakan nasional nontunai atau GNNT,” katanya.
GNNT bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran sekaligus meningkatkan penggunaan nontunai di kalangan masyarakat, pelaku bisnis dan lembaga-lembaga pemerintah sehingga berangsur-angsur terbentuk suatu komunitas atau masyarakat yang lebih aktif dalam menggunakan nontunai (less cash society).
Sebagai tahap awal kemitraan QR code OVO akan segera tersedia di gerai-gerai UMKM di pasar, layanan publik, dan tempat wisata yang dikelola oleh pemerintah daerah atau Desa Adat yang ditargetkan mencapai lebih dari 1.000 gerai. Untuk memastikan kemudahan transaksi, Bank BPD Bali bertindak selaku mitra resmi penyedia rekening settlement bagi para pelaku UMKM.
“Sangat penting bagi kami untuk bisa membawa ribuan pelaku UMKM di Bali menjadi bankable, yang merupakan indikator penting dari inklusi finansial,” jelasnya.
Sudharma percaya perbankan, UMKM dan fintech perlu bersinergi dalam mewujudkan inklusi keuangan serta mendukung  transaksi nontunai.
Ia berharap ke depannya nasabah yang menggunakan OVO akan melakukan transaksi lewat Bank BPD Bali termasuk bisa digunakan atau dikerjasamakan di desa wisata, retribusi, e-samsat hingga fakultas.
Seperti diketahui Bank BPD Bali mengelola hampir keseluruhan tagihan pajak dan retribusi daerah provinsi, kabupaten dan kota di Bali. Sebagai pengelola keuangan daerah, Bank BPD Bali berharap melalui kerja sama ini dapat meningkatkan layanan bagi pemerintah daerah untuk kemudahan dan pilihan pembayaran pajak daerah seperti PBB, SIM, SKCK, dan lain-lain secara non tunai.  Selain itu, Bank BPD Bali juga mengelola kewajiban pembayaran SPP berbagai universitas dan sekolah dengan channel pembayaran mulai melalui teller sampai dengan e-Banking (mobile dan internet banking).
“Target kita harapkan bisa secepatnya¬† terealisasi tahun ini,” jelasnya.
Johnny Widodo mengungkapkan melalui sinergi ini siap membawa masyarakat Bali lebih akrab dengan transaksi nontunai.
“Kami yakin transaksi nontunai di Bali seperti di pasar dan tempat wisata akan membawa kemudahan tak hanya bagi pengunjung, namun juga bagi pelaku UMKM. Sinergi ini akan terus dikembangkan untuk merangkul lebih banyak pelaku UMKM, serta merambah ke sektor lain seperti di universitas, sekolah, layanan publik, hingga pusat jajanan,” katanya.*dik