Mangupura (Bisnis Bali) –¬†Dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang digelar LPD Desa Adat Sibang Gede , Abiansemal, Badung, beberapa waktu lalu, melaporkan kepemilikan aset mencapai Rp35,97 miliar. Dalam LPJ tersebut juga diserahkan dana pembangunan kepada desa adat yang mencapai Rp201 juta.

Kepala LPD Desa Adat Sibang Gede I Nyoman Budiartha, S.E, mengatakan, aset yang dimiliki LPD Desa Adat Sibang Gede mengalami pertumbuhan 8,30 persen dari tahun sebelumnya (2017). Diungkapkannya, realiasasi kepemilikan aset tahun 2017 Rp33,2 miliar. Sementara itu, laba yang diperoleh mencapai Rp1 miliar, meningkat 5,07 persen dari tahun 2017 yang tercatat hanya Rp958 juta.

Kepercayaan masyarakat terhadap LPD Desa Adat Sibang Gede sangat baik. Hal ini dilihat dari dana pihak ketiga (DPK) atau dana masyarakat yang mampu dihimpun mencapai Rp31,99 miliar terdiri dari Rp15 miliar berupa tabungan dan Rp16,9 miliar berupa deposito. Sementara kredit yang mampu disalurkan mencapai Rp15,6 miliar. “Baik perhimpunan DPK dan penyaluran kredit mengalami peningkatan dari tahun 2017. Peningkatan DPK mencapai 7,23 persen sementara kredit 11,59 persen,” ungkapnya.

Dalam memberikan manfaat kepada masyarakat, LPD Desa Adat Sibang Gede melakukan berbagai kontribusi, mulai dari kegiatan keagamaan hingga kemasyarakatan. Kontribusi di bidang keagamaan berupa memfasilitasi penyelenggaraan piodalan di Pura Kahyangan Tiga yang dianggarkan dari dana khusus setiap tahunnya. Dijelaskannya, anggaran dana yang diperuntukkan untuk penyelenggaraan piodalan bersumber dari penyisihan laba yang didapatkan, disampingkan dana pembangunan dan dana sosial dalam bentuk kegiatan sosial yang rutin diberikan  tiap tahun.

Disamping itu, guna memberi kemudahan bagi masyarakat, LPD Desa Adat Sibang Gede juga dikatannya memiliki program-program menarik. Program tersebut berupa kredit bunga murah pada upacara Ngaben serta memberikan santunan kematian kepada nasabah yang merupakan warga asli Desa Adat Sibang Gede. Selain itu LPD Sibang Gede juga memiliki program kredit tanpa anggunan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha. (wid)