Denpasar (Bisnis Bali) – Master of ceremony (MC) merupakan profesi yang sangat bergengsi dan menjanjikan penghasilan besar. Menjadi MC tak mudah dan membutuhkan pengetahuan luas serta rasa percaya diri yang tinggi. Hal tersebut terungkap dalam Pelatihan Menjadi MC Profesional yang dilaksanakan Humas dan protokol Unwar yang merupakan salah satu bagian dari BAPPSIK (Biro administrasi perencanaan dan pengembangan sistem informasi komunikasi) Unwar.

Pelatihan menjadi MC bertajuk “How to be a Professional MC & TV Host” dilaksanakan Sabtu (19/1) di Ruang Auditorium Widya Sabha, kampus setempat. Workshop yang menggandeng Kompas Dewata TV dan i news itu sukses menyedot perhatian hampir 400 orang peserta dari berbagai kalangan di Bali.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unwar Dr. Ir. I Wayan Parwata, MT., IPM., mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Sekaligus menyampaikan terimakasih kepada media partner Unwar selama ini yang turut berkontribusi membesarkan institusi Unwar.

Ke depan, ia berkomitmen meningkatkan kerja sama dengan sejumlah media massa di Bali, baik tv, cetak dan elektronik, kemudian mengemas dalam bentuk pelatihan. Sebab menurutnya, kompetensi atau bakat mahasiswa/mahasiswi Unwar yang jumlahnya mencapai ribuan orang perlu digali dengan berbagai macam kegiatan.

“Unwar punya ribuan mahasiswa, sehingga bakat mereka perlu digali melalui kegiatan kreatif, salah satunya pelatihan presenter ini, terkait dengan penyiaran. Kami akan tingkatkan lagi kerja sama dengan media ke depan. Karena tanpa media, kampus ini kurang dikenal,” sebutnya.

Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Kesejahteraan KORPRI Propinsi Bali Dr. Drs. AA Gde Oka Wisnumurti, MSi. Bahkan ia kaget jumlah pendaftar membludak, nyaris memenuhi kapasitas ruangan. Menurutnya, hal ini membuktikan presenter atau MC cukup dilirik sebagai pilihan profesi ke depan yang bisa menghasilkan pundi-pundi uang.

“Kami apresiasi  BAPPSIK yang menangani perencanaan dan teknologi informasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Saya kaget ternyata peminatnya banyak. Ke depan MC ini bisa dijadikan profesi yang menjanjikan, ini soft skill yang wajib dimiliki semua orang,” pungkas Wisnumurti yang menjabat Ketua Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BP PTSI) Wilayah Bali ini.

Sementara ketua panitia, Made Artawan,  SE. MM., mengatakan dalam era melenial ini kemampuan berkomunikasi yang baik sangat dibutuhkan apalagi untuk berani berbicara di depan umum. Dengan pelatihan MC tersebut diharapkan dapat memberikan ilmu dan pengalaman bagi mahasiswa yang dapat digunakan dikemudian hari, terutama bagi yang memiliki keinginan atau hobi menjadi MC. (pur)